TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat dasar terus diperkuat. Dinas Kesehatan Berau mendorong sinergi lintas sektor sebagai strategi utama, dengan menjadikan UPTD Puskesmas Kampung Bugis sebagai salah satu titik fokus penguatan tata kelola layanan.
Melalui kegiatan lintas sektor (linsek) yang digelar, berbagai pemangku kepentingan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan duduk bersama membahas arah kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi.
Kegiatan ini mengusung tema penguatan inovasi layanan, termasuk kelanjutan program KOBAGI serta digitalisasi sistem melalui SIMOTREN.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menegaskan bahwa kolaborasi antara puskesmas, pemerintah kecamatan Tanjung Redeb, hingga kelurahan menjadi fondasi penting dalam menyelaraskan program kesehatan masyarakat.
“Koordinasi ini penting agar program yang dijalankan bisa saling terhubung, terutama dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Ia menyebut, dukungan terhadap Puskesmas Kampung Bugis terus diperkuat, mengingat wilayah kerjanya mencakup tiga kawasan padat penduduk, yakni Kelurahan Gayam, Kelurahan Karang Ambun, dan Kampung Bugis.
Lanjutnya, dengan cakupan tersebut, pendekatan layanan kesehatan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi lintas sektor.
Tak hanya fokus pada stunting, Dinkes juga menyoroti tren penyakit yang kerap muncul di wilayah perkotaan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini masih menjadi kasus dominan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan seperti polusi udara.
“ISPA ini memang penyakit umum, tapi tetap perlu penanganan serius melalui langkah preventif dan promotif,” jelas Lamlay.
Ia pun mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai garda terdepan pencegahan penyakit.
Ia menambahkan, langkah sederhana seperti menggunakan masker saat sakit hingga menjaga kebersihan lingkungan memiliki dampak besar terhadap kesehatan bersama.
“Kesadaran individu itu kunci. Hal sederhana kalau dilakukan bersama bisa sangat efektif menekan penyebaran penyakit,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





