TABALAR, PORTALBERAU — Warga Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antara RT 01 dan RT 03 yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari pihak terkait.
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses darat yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju kebun, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Kerusakan jembatan diperparah oleh kondisi longsor yang terjadi di kedua sisi penyangga. Akibatnya, jarak antar badan jembatan semakin melebar dan membahayakan keselamatan pengguna.
Meski demikian, warga terpaksa tetap melintasi jembatan tersebut dengan menambahkan papan kayu seadanya sebagai alas sementara.
Menurut keterangan warga, usulan perbaikan jembatan sebenarnya telah diajukan sejak dua tahun lalu kepada dinas terkait. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut ataupun realisasi pembangunan.
Salah satu warga setempat, Hardy Faskam, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah. Ia menyebut kondisi ini sudah sangat mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat.
“Kami sudah ajukan perbaikan ini sejak dua tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Padahal jembatan ini sangat penting untuk aktivitas warga,” ujarnya.
Hardy juga menjelaskan bahwa kondisi jembatan semakin hari semakin mengkhawatirkan. Longsor di bagian kiri dan kanan membuat struktur tanah tidak stabil, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
“Sekarang masih bisa dilewati, tapi kami harus menambah papan sendiri supaya aman. Itu pun tetap berisiko, apalagi kalau hujan,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, akses utama tersebut bisa putus total dan mengisolasi sebagian wilayah kampung. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




