TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Sebanyak 20 kampung yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Berau bersiap menggelar pemilihan kepala kampung (Pilkakam) serentak pada 2027.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, pelaksanaan pesta demokrasi tingkat kampung ini dipastikan tetap menjadi prioritas.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih fokus menyelesaikan proses pergantian antar waktu (PAW) di enam kampung yang tengah berjalan pada tahun ini.
“PAW masih berproses di enam kampung. Sementara untuk 2027 nanti, Pilkakam serentak akan dilaksanakan di 20 kampung yang tersebar di 12 kecamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahapan persiapan Pilkakam 2027 mulai dimatangkan, termasuk melalui forum penajaman rencana kerja bersama Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang). Dalam forum tersebut, sejumlah program prioritas DPMK yang membutuhkan dukungan anggaran turut dibahas secara rinci.
Meski pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran, Tenteram menegaskan bahwa Pilkakam serentak tetap masuk dalam kategori kegiatan wajib yang harus didanai.
“Memang ada efisiensi anggaran 2027, tapi beberapa kegiatan wajib tetap harus didanai, termasuk Pilkakam serentak ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan anggaran Pilkakam tidak hanya mencakup pengadaan logistik seperti kotak dan surat suara, tetapi juga operasional pelaksanaan yang melibatkan berbagai pihak.
Dalam pelaksanaannya, tidak hanya pemerintah kampung dan kecamatan yang terlibat, tetapi juga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Kesbangpol dan Satpol PP, serta dukungan pengamanan dari unsur TNI dan Polri.
“Ini bukan hanya kerja DPMK. Ada keterlibatan banyak pihak, termasuk pengamanan. Jadi memang harus dipersiapkan matang,” jelasnya.
Adapun 20 kampung yang akan melaksanakan Pilkakam serentak tersebut yakni Long Suluy, Punan Segah, Punan Malinau, Pandan Sari, Bukit Makmur, Siduung Indah, Sembakungan, Pulau Besing, Pegat Betumbuk, Tanjung Batu, Inaran, Suaran, Semurut, Buyung-buyung, Biatan Baru, Capuak, Lobang Kelatak, Balikukup, Bidukbiduk, dan Teluk Sumbang.
Secara tahapan, proses Pilkakam akan diawali dengan pembentukan panitia di tingkat kampung. Panitia ini nantinya akan mendapatkan pembekalan untuk memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh, terutama dalam proses administrasi pencalonan.
“Pintu awal itu di administrasi. Kalau panitia paham betul, maka potensi konflik bisa diminimalisir sejak awal,” ucapnya.
Ia menyebut, setelah tahapan administrasi, seleksi calon akan dilanjutkan dengan tes tertulis dan wawancara. Seluruh rangkaian proses tersebut diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan, termasuk persiapan logistik yang akan dianggarkan dalam APBD murni 2027.
Tenteram juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkakam disesuaikan dengan masa akhir jabatan kepala kampung yang berbeda-beda. Saat ini, periodisasi jabatan kepala kampung di Berau terbagi dalam beberapa gelombang, yakni 2027, 2029, dan 2031, menyusul perubahan masa jabatan dari enam tahun menjadi delapan tahun.
“Sebelumnya kita sudah melaksanakan Pilkakam serentak di 53 kampung. Untuk 2027 ada 20 kampung, dan kemungkinan sisanya akan menyusul di 2029,” paparnya.
Ia tidak menampik adanya potensi gesekan dalam setiap pelaksanaan Pilkakam. Namun, dengan pembinaan panitia dan koordinasi lintas sektor yang intensif, diharapkan seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan kondusif.
“Gesekan itu biasa terjadi. Tapi dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, kita harapkan semua bisa berjalan lancar,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





