TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting dengan menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama pembangunan tahun 2027.
Upaya ini akan difokuskan pada penguatan intervensi yang lebih terarah, terukur, dan menyentuh langsung masyarakat.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani persoalan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintah kampung.
Ia meminta agar OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta aparatur kampung tidak hanya menjalankan program secara administratif, tetapi aktif turun langsung ke lapangan.
“Jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Harus jemput bola dan memastikan intervensi tepat sasaran,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan. Intervensi tidak hanya dilakukan saat anak sudah terindikasi stunting, tetapi harus dimulai sejak fase awal kehidupan, bahkan sebelum kehamilan.
Menurutnya juga, edukasi dan pendampingan kepada remaja putri menjadi langkah strategis dalam mencegah stunting dari hulu. Selain itu, perhatian intensif juga harus diberikan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang menjadi fase krusial dalam pertumbuhan anak.
“Mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia dini harus kita dampingi. Ini kunci agar stunting bisa ditekan sejak awal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya validitas data dan ketepatan sasaran dalam setiap program intervensi. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memastikan bantuan dan program yang diberikan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Sri mengakui , pihaknya juga mendorong optimalisasi peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat kampung. Melalui Posyandu, diharapkan deteksi dini terhadap risiko stunting dapat dilakukan lebih cepat.
Melalui pendekatan jemput bola dan kolaborasi lintas sektor, Sri optimistis angka stunting dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Batiwakkal. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





