TANJUNG REDEB,PORTALBERAU – Besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, menilai anggaran yang dimiliki daerah saat ini seharusnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan prioritas utama yang seharusnya mendapatkan perhatian dan alokasi anggaran yang jelas serta terarah.
“Menurut saya anggaran kita ini lebih dari cukup. Jadi pendidikan dan kesehatan ini kan prioritas, harusnya ada anggaran tersendirinya,” ujarnya.
Nurung membandingkan kondisi saat ini dengan periode kepemimpinan sebelumnya. Ia mengaku heran, di masa lalu dengan APBD yang jauh lebih kecil, kebutuhan daerah masih dapat terpenuhi dengan baik.
“Saya bingung, di zaman bupati sebelumnya APBD hanya satu triliun lebih, dikurangi belanja pegawai masih bisa ter-cover,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini APBD Berau bahkan sempat menyentuh angka lebih dari Rp5 triliun, dan di tahun ini berada di kisaran Rp3,4 triliun. Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Di zaman kita pernah mencapai lima triliun lebih, dan terkecil tahun ini tiga koma empat triliun lebih. Tapi mengapa tidak bisa dimanfaatkan anggaran yang cukup besar ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurung menilai persoalan ini tidak lepas dari peran organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pelaksana anggaran. Ia menyebut, setiap persoalan anggaran pada akhirnya akan berdampak pada kinerja OPD.
“Kalau bicara anggaran ini pasti yang terkena ialah kepala-kepala OPD. Maka saya berpikir, di mana salahnya itu kok bisa tidak bisa termanfaatkan APBD yang besar tersebut,” ungkapnya.
Meski demikian, ia juga memahami bahwa OPD memiliki keinginan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Hanya saja, menurutnya, masih terdapat kendala dalam hal kebijakan.
“Kami pun mengetahui OPD-OPD ingin menuntaskan permasalahan, tapi tidak ada dorongan dari pemangku kebijakan,” jelasnya.
Sebagai contoh, Nurung menyoroti persoalan ketersediaan obat yang masih menjadi masalah, padahal daerah lain dengan APBD lebih kecil mampu mengatasinya tanpa harus berutang.
“Contohnya saat ini daerah lain lebih rendah APBD-nya tapi tidak pernah berhutang obat, karena pengambil kebijakannya tepat,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor ; Ikbal Nurkarim





