TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau diperkirakan akan menghadapi sejumlah tantangan, terutama akibat kondisi anggaran yang saat ini mengalami penyesuaian. Meski program tersebut merupakan inisiatif pemerintah pusat, pelaksanaannya di daerah tetap bergantung pada kesiapan anggaran lokal.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi proses pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Kalau bangunannya itu mungkin berefek karena pemangkasan anggaran yang terjadi saat ini. Walaupun Sekolah Rakyat ini program pusat, tapi kan anggaran clearing-nya ada di daerah,” ujanya saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut secara langsung akan berdampak pada realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Berau. Namun demikian, ia menilai kebutuhan akan fasilitas tersebut di daerahnya belum tergolong mendesak.
“Pasti pembangunan Sekolah Rakyat terganggu, tapi memang di Berau ini belum terlalu urgent dikarenakan angka anak bersekolah sangat tinggi baik SD, SMP, dan SMA,” terangnya.
Menurutnya, tingkat partisipasi pendidikan di Berau saat ini relatif baik, sehingga pemerintah daerah masih mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak melalui fasilitas yang sudah ada.
Meski begitu, Dinsos tetap berkomitmen untuk menangani anak-anak yang tidak bersekolah. Iswahyudi memastikan bahwa pihaknya memiliki langkah alternatif untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak di Berau.
“Kalaupun ada yang tidak bersekolah tentu akan kita tangani. Seperti saat ini Berau belum memiliki SR, tapi kita selalu mengirim anak ke Samarinda untuk bersekolah, baik lewat Sekolah Rakyat atau lewat panti asuhan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa program pengiriman anak ke luar daerah sudah berjalan secara rutin. Pada tahun 2025 lalu, Dinsos Berau tercatat telah mengirimkan belasan anak untuk melanjutkan pendidikan mereka.
“Kita tahun 2025 kemarin mengirim 12 orang untuk melanjutkan sekolahnya,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





