PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Upaya pencarian terhadap seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, akhirnya membuahkan hasil. Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada hari ketiga pencarian, Selasa (7/4/26) sekitar pukul 10.10 WITA.
Korban diketahui bernama Rahmat (10), seorang pelajar asal Sekatak, Kabupaten Bulungan, yang saat kejadian tengah berkunjung ke rumah kerabatnya di Kampung Kasai. Peristiwa tenggelam terjadi pada Minggu (5/4/26) sekitar pukul 14.30 WITA saat korban bersama dua temannya berenang di laut.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat diingatkan untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah karena kondisi perairan yang dalam. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan. Tak lama kemudian, korban terseret ke area yang lebih dalam dan tenggelam.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur tim gabungan.
Pihaknya pun melakukan pencarian dengan berbagai metode, baik di darat maupun di perairan.
“Tim menyisir sekitar 10 kilometer wilayah laut menggunakan speed boat, perahu karet, hingga kapal nelayan, serta melakukan penyisiran darat sejauh 5 kilometer,” ujarnya.
Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui metode penyelaman (diving) di sekitar lokasi kejadian serta cara tradisional seperti memancing dan menjaring. Upaya ini melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Basarnas, BPBD Berau, PMI, TNI, Polairud, serta masyarakat setempat.
Nofian menambahkan bahwa kondisi cuaca dan arus laut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.
“Meski menghadapi tantangan di lapangan, seluruh tim tetap berupaya maksimal hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari ketiga,” bebernya.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan perairan.
“Pengawasan harus diperketat terutama di lokasi wisata pantai yang memiliki potensi bahaya arus dan kedalaman laut,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





