• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
6JunGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Keterbatasan Kewenangan Daerah, Program Perkebunan Berau Bergeser ke Dukungan Pusat

admin by admin
9 Februari 2026
in Berau
0
Keterbatasan Kewenangan Daerah, Program Perkebunan Berau Bergeser ke Dukungan Pusat

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Dinas Perkebunan Kabupaten Berau menegaskan fokus utama pembangunan sektor perkebunan pada 2026 diarahkan untuk peningkatan produksi komoditas unggulan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan kewenangan daerah.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan komoditas perkebunan yang tetap menjadi prioritas pengembangan meliputi kakao, kopi, dan kelapa. Namun, ia mengakui ruang gerak pemerintah daerah saat ini cukup terbatas, terutama terkait pengadaan sarana produksi.

“Pada prinsipnya, Dinas Perkebunan fokus pada upaya meningkatkan produksi komoditas perkebunan. Kakao, kopi, dan kelapa sudah masuk dalam perencanaan, tetapi anggaran kami memang tidak besar,” ungkap Lita.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan pengadaan sarana produksi pertanian seperti bibit, pupuk, dan sarana pendukung lainnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Hal tersebut diperkuat melalui hasil konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

“Selama ini daerah masih melaksanakan pengadaan saprodi. Namun setelah kami cermati dan konsultasikan, ternyata itu adalah kewenangan pusat. Karena itu, pada 2025 pemerintah provinsi dan sebagian besar kabupaten sudah tidak lagi menganggarkan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Lita menuturkan, meski Pemkab Beraumasih sempat mengalokasikan pengadaan sarana produksi, untuk 2026 kegiatan tersebut terpaksa ditunda sambil menunggu revisi Undang-Undang Nomor 23 yang direncanakan terbit pada tahun depan.

“Untuk sementara, kami tidak bisa menjanjikan bantuan sektor perkebunan dari APBD, karena kewenangan itu belum kembali ke daerah,” tegasnya.

Meski demikian, Dinas Perkebunan Berau memperoleh angin segar dari pemerintah pusat. Lita mengungkapkan, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan pengembangan kakao seluas 200 hektare dan kelapa dalam 200 hektare untuk Kabupaten Berau.

“Alhamdulillah, ini hasil perjuangan bersama. Saat ini masih proses administrasi. Kami belum bisa memastikan apakah direalisasikan pada 2026 atau 2027, tetapi ini peluang besar bagi pengembangan perkebunan di Berau,” ujarnya.

Jika program tersebut direalisasikan, Lita memastikan pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh kampung. Kampung yang memiliki potensi, petani aktif, serta lahan yang clear and clean dipersilakan mengajukan usulan pengembangan kakao dan kelapa dalam.

Lita juga menyampaikan apresiasi kepada Kampung Soearan yang dinilai konsisten mengembangkan komoditas kakao. Saat ini, luas kebun kakao di Soearan mencapai sekitar 270 hektare, menjadikannya salah satu sentra kakao terbesar di Berau.

“Kami sangat mengapresiasi petani kakao di Soearan yang konsisten. Ini modal penting untuk pengembangan kakao berkelanjutan,” katanya.

Lita berharap revisi Undang-Undang Nomor 23 dapat segera terealisasi sehingga kewenangan pengadaan sarana dan prasarana pertanian dapat kembali ke pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan revisi undang-undang segera keluar, agar daerah bisa kembali leluasa mendukung sektor perkebunan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kuncinya. (*/)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim

Previous Post

Kakam Sukan Tengah Keluhkan Jalan Rusak, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Terganggu

Next Post

Resmikan Kantor Camat Segah, Sri Juniarsih Tekankan Pelayanan dan Kenyamanan

admin

admin

Next Post
Resmikan Kantor Camat Segah, Sri Juniarsih Tekankan Pelayanan dan Kenyamanan

Resmikan Kantor Camat Segah, Sri Juniarsih Tekankan Pelayanan dan Kenyamanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Libatkan Lintas Instansi, Koramil Maratua Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran

Libatkan Lintas Instansi, Koramil Maratua Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran

by admin
4 Juni 2026
0

MARATUA, ‎PORTALBERAU – Koramil Maratua jajaran Kodim 0902/Berau menggelar simulasi penanggulangan kebakaran sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi lintas...

DPRD Berau Minta Perusahaan Utamakan Perlindungan Pekerja di Tengah Dampak Pemangkasan RKAB

DPRD Berau Minta Perusahaan Utamakan Perlindungan Pekerja di Tengah Dampak Pemangkasan RKAB

by admin
4 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dampak kebijakan pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan batu bara mulai dirasakan di...

Tak Hanya Pasar Murah, Ini Langkah Pemkab Berau Stabilkan Harga Bahan Pokok

Tak Hanya Pasar Murah, Ini Langkah Pemkab Berau Stabilkan Harga Bahan Pokok

by admin
4 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya stabilisasi harga bahan pokok penting (Bapokting) melalui sinergi sejumlah...

Ketahanan Pangan Tak Cukup dengan Cetak Sawah, DPRD Minta Petani Diperkuat

Ketahanan Pangan Tak Cukup dengan Cetak Sawah, DPRD Minta Petani Diperkuat

by admin
4 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Program cetak sawah baru dinilai belum menjadi solusi utama untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau. DPRD...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In