TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas diwakili oleh Plt Sekda, Sujadi menghadiri Pembukaan Workshop Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Berau Tahun 2024-2028, di ruang pertemuan Hotel Melati, Jalan H Isa II, Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (13/9/23).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Plt Sekda, Sujadi menuturkan, dirinya mewakili Pemkab Berau menyambut baik terlaksananya kegiatan ini dalam upaya membangun sinergitas penanggulangan bencana di Kabupaten Berau sekaligus sebagai rangkaian dari proses penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Berau Tahun 2024-2028.
Hal ini menjadi kian penting, mengingat Badan Penanggulangan Bencana Nasional telah menetapkan Kabupaten Berau sebagai salah satu kabupaten yang memiliki indeks risiko tinggi terhadap ancaman bencana, menempati skor 202 dengan predikat tinggi.
“Dengan demikian, saya mengharapkan agar dokumen ini dapat menjadi acuan gerak kita bersama sekaligus meningkatkan sinergitas berbagai pihak dalam rangka mengatasi masalah dan saling berbagi peran, terutama dalam pencegahan dan penanaganan terjadinya bencana alam. Apa pun instansinya, semua punya peran masing-masing untuk satu tujuan, yaitu hadir sebagai solusi untuk melakukan kerja kemanusiaan,” ungkap Sujadi.
Lanjutnya, melalui kegiatan ini juga Sujadi menginginkan terciptanya kesadaran bersama, berkembangnya jejaring antar pelaku penanggulangan bencana, terwujudnya kesamaan persepsi, strategi, dan langkah untuk mencegah dan menanggulangi potensi bencana di Kabupaten Berau,, hingga pada akhirnya kita benar-benar siap melaksanakan aksi-aksi tanggap bencana demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau.
“Kerjasama semua pihak kita harapkan untuk penangan yang sudah sangat seius ini,” tuturnya.
Dirinya menyebut, berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Kabupaten Berau adalah wilayah yang rentan terhadap bencana banjir, angin kencang, cuaca ekstrem, kekeringan, maupun kebakaran hutan dan lahan. Belum lagi potensi bencana seperti gelombang ekstrem, abrasi, gempa bumi, tanah longsor, hingga tsunami.
“Tentunya, kondisi ini tidak boleh kita biarkan. Sebisa mungkin, potensi bencana harus kita cegah sedini mungkin. Kita harus mampu melihat tanda-tanda alam ditunjang dengan pemanfaatan teknologi, demi keselamatan Masyarakat,” bebernya.
Sujadi menegaskan, kedepannya tantangan terhadap penanggulangan bencana akan semakin berat, mengingat intensitas bencana yang terjadi dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Melalui kesempatan yang berbahagia ini, dirinya kembali mengingatkan kepada semua pihak, bahwasanya pada saat ini telah ada perubahan paradigma dalam penanganan bencana yang menyangkut beberapa hal.
“Pertama, penanganan bencana tidak lagi berfokus pada aspek tanggap darurat tetapi lebih pada keseluruhan manajemen risiko. Kedua, Perlindungan masyarakat dari ancaman bencana oleh pemeritah merupakan wujud pemenuhan hak asasi rakyat dan bukan semata mata karena kewajiban pemerintah dan terakhir Penanganan bencana bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi menjadi urusan bersama pemerintah dan dunia usaha,” jelasnya.
Dirinya berpesan, kepada perangkat BPBD untuk dapat memperhatikan arahan ini. Tetap lakukan pembinaan dan pendampingan pada masyarakat. Pemerintah daerah pun sangat mengharapkan dukungan dari BNPB dan Kemendagri agar pelaksanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Berau dapat terlaksana sebagaimana mestinya.
“Kita semua tentunya berharap, Kabupaten Berau akan senantiasa berada dalam perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Segala ikhtiar kita lakukan semoga bernilai kebermanfaatan untuk semua,” pungkasnya. (Yud/Ded/Adv)





