• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
5JanGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Mogok Kerja Bikin Resah Pekerja

admin by admin
in Berau
0
Mogok Kerja Bikin Resah Pekerja

Kuala Lumpur 30/11/2009.Pekerja Orang Asli di ladang kelapa sawit.Utk Supplement BH.Email Pic

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Aksi mogok tidak sah yang dilakukan mantan karyawan PT Dwiwira Lestari Jaya sepanjang Juni lalu tak hanya buat susah perusahaan, sejumlah karyawan juga ikut jadi resah. Beban kerja yang bertambah, adanya upaya paksaan mogok, sampai intimidasi kepada karyawan sementara jadi alasannya.

Sejumlah karyawan PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ) mulai buka suara soal aksi mogok tidak sah yang dilakukan bukan hanya untuk menyuarakan tuntutan. Seorang karyawan DLJ yang telah bekerja sejak 2014 namun enggan diungkap identitasnya menjelaskan, akibat mogok target-target kerja timnya jadi
terganggu.

“Saya berada di tim beranggotakan tiga orang, karena ada aksi mogok dua orang lain kemudian berinisiatif dan berkoordinasi dengan manajemen untuk mengisi posisi yang lebih krusial misalnya di processing, di pabrik sehingga saya jadi sendirian. Akibat mogok operasional jadi terganggu, dan target-target kerja saya juga terganggu dan jadinya membebani,” ungkapnya.

Kekesalannya bertambah, lantaran ia menilai tuntutan terkait istirahat panjang sejatinya terlalu berlebihan, keputusan melakukan mogok juga dianggapnya prematur. Hal ini ia katakan sebab ia sebelumnya juga pernah bergabung dalam serikat pekerja yang melakukan tuntutan kepada DLJ. Namun ia bukan anggota dari Federasi Buruh yang ada di PT DLJ yang menginisiasi aksi mogok
kerja tersebut.

“Saya dulu juga pernah bergabung dengan Serikat Hijau dan melakukan tuntutan kepada perusahaan, dan ada yang dikabulkan dan ada yang tidak. Saya pikir DLJ sudah cukup adil selama ini. Jangan hanya kita menuntut hak sementara kewajiban kita tidak terpenuhi,” paparnya.

Ia bercerita sejatinya perbedaan pandangan soal tuntutan juga telah diakomodasi dalam perundingan dengan Dinas Ketenagakerjaan. Namun ia menilai secara sepihak para pekerja justru meninggalkan perundingan
dengan melakukan aksi mogok.

“Padahal masih banyak cara lain, bukan dengan mogok yang justru merugikan banyak pihak termasuk kami yang tidak ikut mogok,” sambungnya.

Karyawan lain yang telah bekerja sejak 2015 dan juga enggan diungkap identitasnya sepakat tuntutan dalam aksi mogok mengada-ada, ia menduga justru aksi mogok merupakan tindak lanjut atas tidak terimanya sejumlah pekerja yang tergabung dalam suatu serikat, karena ada salah satu anggotanya yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh DLJ akibat menggunakan narkoba.

“Awalnya kasus narkoba ini, sudah jelas positif namun masih mau dibuat mogok sama mereka,” ujarnya.

Ia juga cukup heran atas aksi mogok dan tuntutan-tuntutan soal istirahat panjang, dan pengubahan skema insentif berbentuk premi yang berdasarkan performa kinerja dengan upah lembur yang dihitung rata. Sebab ia menilai, beberapa inisiator aksi mogok justru memiliki kinerja yang kurang baik.

“Mereka-mereka ini tidak beres kerjanya, makanya saya heran melihat pemberitaan yang beredar mereka bisa bicara seperti itu. Saya sampai kesal, agar dilarang saja membawa handphone saat bekerja,
karena mereka ini kerjanya bermain handphone terus,” jelasnya.

Tak hanya soal kinerja yang buruk, Ia menceritakan bahwa beberapa sempat terjadi pemaksaan terhadap karyawan bukan anggota serikat untuk mengikuti aksi mogok. Salah satunya adalah kepada karyawan yang akan pensiun satu bulan lagi,

“Untung saya cegah itu, coba kalau dia ikut mogok, kemudian terkena PHK, bagaimana nasibnya?” katanya.

Ilustrasi Foto By: MetroOnline.Co

Previous Post

Ajarkan Soliditas dan Disiplin, Fokus Selesaikan Permasalahan Internal

Next Post

Bimtek Penyusunan Peta Probis, Upaya Meningkatkan Keefektifan dan Efesiensi Kerja Instansi di Pemkab Berau

admin

admin

Next Post
Bimtek Penyusunan Peta Probis, Upaya Meningkatkan Keefektifan dan Efesiensi Kerja Instansi di Pemkab Berau

Bimtek Penyusunan Peta Probis, Upaya Meningkatkan Keefektifan dan Efesiensi Kerja Instansi di Pemkab Berau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Retribusi Destinasi Wisata Berau Naik Signifikan, Kontribusi PAD Terus Menguat

Retribusi Destinasi Wisata Berau Naik Signifikan, Kontribusi PAD Terus Menguat

by admin
0

TANJUNG REDEB, PPORTALBERAU - Sektor pariwisata Kabupaten Berau kembali menunjukkan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang tahun 2025,...

Tak Penuhi Skema Pusat, Puluhan Kampung di Berau Tak Bisa Manfaatkan Dana Desa Lanjutan

Tak Penuhi Skema Pusat, Puluhan Kampung di Berau Tak Bisa Manfaatkan Dana Desa Lanjutan

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Sebanyak 68 kampung di Kabupaten Berau dipastikan tidak dapat memanfaatkan Dana Desa tahap II tahun anggaran...

Jembatan Baru Teluk Sumbang Jadi Ikon Wisata Pesisir, Kampung Dorong Pembukaan Akses Pantai Tanjung Sinondok

Jembatan Baru Teluk Sumbang Jadi Ikon Wisata Pesisir, Kampung Dorong Pembukaan Akses Pantai Tanjung Sinondok

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemerintah Kampung Teluk Sumbang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau atas rampungnya pembangunan jembatan permanen yang dinilai...

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Berau Sri Juniarsih Tekankan Kemandirian Kampung dan Anti Korupsi

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Berau Sri Juniarsih Tekankan Kemandirian Kampung dan Anti Korupsi

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Pemkab Berau secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “Strategi Pembangunan...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In