TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu di Kampung Pulau Derawan, Ketua DPRD Berau, Madri Pani soroti sarana dan prasarana (Sarpras) pariwisata. Tidak hanya itu, ia juga melihat kondisi pantai yang memprihatinkan karena terus tergerus abrasi.
Dikatakannya, dirinya meminta Pemkab Berau mengolah secara matang konsep yang tepat untuk wilayah yang berpotensi memiliki kekayaan alam dan pariwisata agar lebih jelas dan teratur dengan baik, khususnya wisata yang ada di Pulau Derawan tersebut.
“Selain permasalahan Sarpras, masalah abrasi pantai yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita dan harus diperhatikan dan ditangani untuk ditemukan solusi yang tepat,” ungkap Madri, Sabtu (6/5/23).
Lanjutannya, tentunya Pemkab Berau dan DPRD bersama-sama mendorong instansi yang berwenang untuk segera menyikapi dan menyesuaikan permasalahan abrasi tersebut.
“Kami sudah pernah datang langsung ke kantor balai pengawasan sungai dan laut yang ada di kota Tarakan,” tuturnya.
Dirinya menyebut, jika terus dibiarkan, abrasi pantai bisa mengancam destinasi pariwisata Kabupaten Berau. Tidak hanya di Pulau Derawan, Maratua juga wilayah pesisir selatan Berau juga akan terjadi hal yang sama.
“Destinasi pariwisata kita kebanyakan yang menjadi favorit pengunjung adalah wisata bahari atau pantai. Tidak hanya di Pulau Derawan dan Maratua tapi juga di wilayah pesisir Kecamatan Biduk-biduk,” bebernya.
“Kan ada anggota DPRD Berau yang menaungi dapilnya masing-masing. Mereka juga ikut membantu Pemkab Berau untuk penanganan abrasi pantai ini,” sambungnya.
Ia juga meminta penanganan abrasi pantai ini bisa dikaji dan di evaluasi agar benar-benar bisa tertangani sesegera mungkin supaya potensi pariwisata yang dimiliki bisa terus terjaga.
“Kalau mau tuntas kan perwakilan dapil harus menurunkan aspirasinya dan mengawal sampai tuntas. Karena bagi Berau ekowisata ini sebagai persiapan pengganti penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) selain sektor perkebunan dan pertambangan,” tegasnya.
Madri menyebut, jika nantinya sektor pertambangan ini menurun atau bahkan tidak ada lagi, maka perlunya mempersiapkan ekowisata berkelanjutan agar bisa menjadi pengganti penghasil PAD supaya bisa konsisten dan bisa menjadi harapan kedepannya.
“Ditambah pembentukan Ibu Kota Negara (IKN) tentu Kabupaten Berau bisa menjadi daerah penyangganya wisata, dan kita mesti bersiap dengan konsep yang jelas dan sarpras yang memadai juga,” harapnya
Ia menegaskan, potensi pariwisata yang kaya dan beragam tentunya sangat mempuni untuk menjadi destinasi pariwisata terbaik di IKN kedepan.
“Semoga Berau bisa menjadi destinasi wisata yang nomor satu. Jangan hanya 100 besar, kalau bisa 10 besar lah,” pungkasnya. (Yud/Ded)





