SEGAH, PORTALBERAU- Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Suharno mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Berau dengan adanya rencana pembangunan pabrik sawit baru dijalan Nirwana, Kecamatan segah
“Saya dengar dulu itu merupakan salah satu janji Almarhum Bupati sebelumnya agar pabrik yang non areal dapat berdiri dekat dengan Masyarakat atau diluar areal perkebunan sawit,” Ungkapnya.
Menurut Suharno, dengan adanya pabrik yang aka dibuat PT BAA ini tentunya masyarakat dapat terbantu, karena selama ini akses jalan menuju ke Pabrik yaitu menuju ke PT. NPN dan ke PT. BKL ini masyarakat terkendala terkait kondisi jalan.
“Mudah-mudahan PT BAA dapat segera beroperasi, agar masyarakat tidak jauh-jauh lagi menjual hasil perkebunan sawitnya ke Perusahaan,” Kata dia.
Namun ia sangat menyayangkan, seiring berjalannya waktu dengan adanya pembangunan pabrik tersebut infrastruktur jalan daerah tersebut menjadi rusak.
“Kerusakan itu mulai dari jalan pembangunan hingga ke jalan nirwana itu disebabkan karena alat berat masuk dan semua peralatan pabrik itu sangat banyak dan berat sekali. Yang akhirnya merusak jalan, sampai sekarang jalan pembangunan nyaris tidak bisa dilalui, bisa dicek oleh Pj kakam dan Pak camat,” Ujarnya beberapa waktu lalu.
“Jadi kami sangat senang sekali dengan adanya pabrik CPO itu ada dijalan nirwana . Hanya saja sampai sekarang perusahaan itu kurang memperhatikan apa yang menjadi kewajiban perusahaan, banyak RT Rt dan masyarakat mengeluh,” Terang Suharno yang merupakan anggota DPRD dari Fraksi PPP tersebut.
Lanjutnya, akhirnya pada 6 Januari 2022 ada Rapat Dengar Pendapat (RPD) di Dewan menghasilkan suatu kesepakatan PT BAA dengan 3 RT yakni akan memperbaiki jalan yang rusak, membangun 5 jembatan dan 7 lainnya.
“Pada waktu RPD 7 Januari itu paling lama satu minggu jalan akan diperbaiki, dan satu bulan jembatan dimulai, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” Papar Suharno.
“Bisa dilihat sekarang kondisi jalan nyaris tidak bisa dilalui, nah karena itu saya memohon kepada Pak camat dan pak lurah agar perusahaan tersebut ditegur, kasian masyarakat. agar perusahaan itu melaksanakan apa yang menjadi kesepakatan di Dewan bulan lalu,” Pinta Suharno.
Diakuinya, untuk jalan nirwana itu tidak semua masuk jalan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Ada sebagian jalan yang masuk KBNK.
“Kalau tidak salah kM 1 sampai 10 atau 11 itu masuk jalan KBNK, artinya dana Pemerintah Daerah itu boleh dianggarkan kesana cuman kenyataanya 3 hingga 4 tahun ini belum pernah ada. Ibu lurah sering ngeluh ke saya coba jalan Nirwana ini bantu dianggarkan,” Bebernya.
Suharno juga sangat berterimakasih dengan adanya pabrik CPO yang akan beroperasi diluar areal atau dekat dengan masyarakat, namun ia juga meminta pihak perusahaan mengerjakan apa yang telah disepakati saat RPD di Dewan Beberapa waktu lalu. (Rzl/Ded/Adv)





