TELUK BAYUR, PORTALBERAU– Setelah melalui proses yang cukup Panjang dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada. Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur akhirnya bisa mengembangkan pertanian semangka. Sebagai langkah awal, lahan yang digunakan adalah lahan kas desa yang sebelumnya hanya berupa semak belukar.
“Setelah kami coba, Alhamdulillah hasilnya bagus dan cukup memuaskan . Kami sudah berhasil melakukan panen semangka pekan lalu,” ungkap Kampung Labanan Makmur Mupit Datusahlan kepada awak media
Lanjut Mupit, dari hasil diskusi yang panjang, kelembagaan desa memiliki beberapa keluhan dan keterbatasan. Sebagai contoh, dana RT, LPM dan BPK kampung terbatas, hanya dari sumber alokasi dana desa (ADK).
“Kami berpikir, bagaimana kegiatan kemasyarakatan di desa bisa didukung maksimal oleh kelembagaan, kalau mereka juga memiliki hambatan?” tanyanya.
Alhasil disepakati, tanah kas desa dikelola. Supaya berhasil, disepakati juga harus menggunakan teknologi, agar perawatan semangka ini menjadi mudah, ramah lingkungan, bisa menyerap bahan kompos lokal dan memiliki hasil baik.
“Tercetuslah ide untuk membangun kebun semangka ini,” ujarnya.
Kebun semangka itu dikelola oleh ketua RT se-Labanan Makmur dan didampingi sekertaris kampung. “Kebetulan mereka memiliki sedikit pengetahuan tentang kegiatan berkebun semangka,” tambah Mupit.
Hasilnya, kini kebun itu menjadi wadah berkumpul, berkegiatan formal seperti rapat. Bahkan banyak ide dan gagasan baru dilahirkan dari kegiatan berkebun bersama ini.
Hingga saat ini, setidaknya sudah 5 ton semangka yang berhasil dipanen dari kebun ini. Meski baru pertama kali panen dengan usia tanam 3 bulan, setidaknya sudah bisa memberikan harapan pada warga untuk dicoba dan ditiru. Sehingga bukan tidak mungkin Labanan Makmur bisa menjadi sentra penghasil semangka di Berau. (*)