TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda sekaligus mendorong kemandirian dan keterampilan dalam menghadapi tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Dalam amanatnya, Sri Juniarsih menyampaikan bahwa perjalanan panjang Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah diwarnai berbagai bentuk pengabdian dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kecintaan terhadap Tanah Air.
“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka telah terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” ungkap Sri Juniarsih.
Ia menegaskan, peringatan Hari Pramuka tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Marilah kita jadikan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” ucapnya.
Tahun ini, Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-XII mengusung tema Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.
Tema tersebut menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung penguatan ketahanan dan kemandirian nasional, terutama di bidang pangan, energi, dan air.
Melalui tema tersebut, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman dari berbagai kegiatan, tetapi juga mampu mengembangkan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
“Kami ingin setiap Pramuka memiliki lebih dari sekadar pengalaman, tetapi juga wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di gugus depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tutur Sri.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi turut memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Gerakan Pramuka juga dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang produktif, mandiri, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa, melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” tegasnya.
Selain penguatan karakter, sinergi dan semangat gotong royong seluruh pihak juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan kepramukaan. Dukungan tersebut diharapkan terus terjaga agar Gerakan Pramuka semakin berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Melalui peringatan HUT ke-65 ini, Gerakan Pramuka kita harapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




