TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- PT Pelindo Group melalui Pelindo Jasa Maritim terus mengoptimalkan kesiapan armada motor pandu dan kapal tunda untuk mendukung kelancaran pelayanan kapal di wilayah operasional Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Upaya ini dilakukan melalui pemeriksaan teknis armada, penguatan koordinasi, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Percepatan pelayanan menjadi perhatian, terutama untuk meminimalkan waiting time pilot atau waktu tunggu pandu dalam proses antar-jemput pandu.
Deputy Manager Unit Tanjung Redeb PT Pelindo Group, Baharuddin Arsyad, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas dalam setiap tahapan operasional. Kesiapan personel, kelayakan peralatan, dan kepatuhan terhadap prosedur harus dipastikan sebelum pelayanan berlangsung.
Menurutnya, petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan serta memperhatikan kondisi lingkungan dan perairan. Hal ini penting untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, terutama saat proses naik dan turun kapal.
Sebelum beroperasi, motor pandu harus menjalani pemeriksaan yang mencakup mesin utama, sistem kemudi, bahan bakar, serta peralatan navigasi dan komunikasi, termasuk radio Very High Frequency (VHF), Automatic Identification System (AIS), dan radar.
Kelengkapan keselamatan seperti jaket keselamatan, pelampung penolong, dan lampu navigasi juga harus dipastikan berfungsi dengan baik. Kondisi geladak kapal perlu dijaga tetap bersih dan tidak licin guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Selain kesiapan teknis, koordinasi waktu menjadi faktor penting untuk mencegah keterlambatan pelayanan. Informasi perkiraan waktu kedatangan (Estimated Time of Arrival atau ETA) dan keberangkatan (Estimated Time of Departure atau ETD) kapal perlu diperbarui secara berkala agar jadwal keberangkatan motor pandu menuju Pilot Boarding Ground (PBG), yakni lokasi naik-turun pandu, dapat disesuaikan.

Baharuddin menjelaskan, dalam perencanaan operasional, motor pandu ditargetkan tiba sekitar 10–15 menit sebelum waktu kedatangan kapal di area Samburakat dan Jembatan Gunung Tabur. Sementara untuk kapal di area Gedung Putih Kiani, persiapan dilakukan sekitar satu jam 30 menit sebelum kapal tiba. Dan di Muara Pantai (Loading Point) 45 menit dari Pilot Station ke PBG.
Perhitungan waktu tempuh tetap mempertimbangkan jarak, cuaca, arus, dan gelombang. Sebelum merapat, petugas juga harus berkoordinasi dengan nahkoda kapal untuk memastikan posisi dan ketinggian tangga pandu serta kondisi yang aman bagi proses perpindahan personel (Pilot Transfer).
“Koordinasi yang baik diperlukan agar pelayanan berjalan tepat waktu tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujarnya.
Ketepatan pelayanan juga bergantung pada kesiapan pandu dan crew motor pandu. Personel harus hadir sesuai jadwal, menggunakan APD lengkap, serta crew menempati posisi masing-masing sebelum keberangkatan. Dalam perencanaan operasional, crew ditargetkan sudah bersiap sekitar 15–30 menit sebelum motor pandu / kapal tunda bertolak.
Untuk mengantisipasi gangguan teknis, ketersediaan motor pandu cadangan perlu diperhatikan agar pelayanan tetap dapat berjalan apabila armada utama mengalami kendala. Pemantauan cuaca dan kondisi perairan juga dilakukan secara berkelanjutan, termasuk mempertimbangkan penyesuaian lokasi PBG apabila situasi laut tidak mendukung.
Baharuddin menekankan bahwa penerapan budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab seluruh personelpandu. Kepatuhan terhadap prosedur perlu disertai kesadaran untuk mengenali potensi bahaya dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Melalui kesiapan armada, kedisiplinan personel, dan koordinasi yang efektif, Pelindo Jasa Maritim berupaya menjaga pelayanan pemanduan kapal tetap aman, andal, dan profesional.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pergerakan kapal serta meminimalkan waktu tunggu pandu di wilayah operasional Tanjung Redeb,” pungkasnya. (ADV)
Editor: Dedy Warseto




