TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Berau tercatat mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, terutama ketika kabut asap pekat menyelimuti wilayah permukiman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Berau, Rahmawati, mengatakan data kasus ISPA yang tercatat dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan tren penurunan pada periode terakhir.
Data tersebut merujuk hingga minggu ke-41 tahun 2026. Berdasarkan grafik distribusi kasus ISPA di Berau, jumlah kasus pada September tercatat sebanyak 2.854 kasus. Sementara itu, pada Oktober, jumlah yang tercatat hingga periode pelaporan tersebut mencapai 815 kasus.
“Walau Oktober lebih rendah, data itu masih merujuk pada periode berjalan sehingga belum dapat dibandingkan secara langsung dengan jumlah kasus selama satu bulan penuh,” ujarnya, Rabu (21/10/26).
Sebelumnya, kata dia, jumlah kasus ISPA di Berau mengalami fluktuasi sepanjang 2026. Pada Januari tercatat 3.497 kasus, kemudian turun menjadi 2.675 kasus pada Februari. Angka tersebut kembali meningkat pada Maret sebanyak 2.735 kasus, April 2.810 kasus, dan Mei 2.854 kasus.
“Di bulan Juni, jumlah kasus turun menjadi 2.494 kasus sebelum kembali naik menjadi 2.538 kasus pada Juli. Peningkatan tertinggi dalam grafik terjadi pada Agustus dengan 3.980 kasus,” bebernya.
Rahmawati mengingatkan, penurunan kasus bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan risiko gangguan pernapasan, terlebih ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
“Walaupun kasus ISPA mulai menurun dibandingkan bulan sebelumnya, masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan. Saat kabut asap cukup pekat, sebaiknya tetap menggunakan masker dan menghindari paparan asap secara langsung,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin tebal. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko masuknya partikel berbahaya ke saluran pernapasan.
Pihaknya pun mengimbau warga segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas, terutama jika gejala memburuk.
“Kami harap masyarakat tetap menerapkan langkah pencegahan agar risiko ISPA dapat ditekan di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan,” kuncinya.(*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Dedy Warseto




