TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Penyelenggara Berau Expo 2026 terus melakukan pendataan pengunjung dan pelaku usaha untuk mengukur tingkat kunjungan serta dampak ekonomi selama pelaksanaan pameran.
Morten selaku Diretur Event Organizer (EO) Mata Sanggam Berau Expo 2026 mengatakan, pendataan pengunjung dilakukan untuk memperoleh data akurat mengenai jumlah dan klasifikasi pengunjung. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, panitia menerapkan sistem buka tutup akses gedung guna mengantisipasi penumpukan pengunjung di dalam area pameran.
“Pendataan pengunjung kami lakukan untuk mendapatkan data yang akurat, baik dari sisi jumlah maupun klasifikasi pengunjung. Demi keamanan dan kenyamanan, kami juga memberlakukan sistem buka tutup gedung agar tidak terjadi penumpukan di dalam,” ujarnya.
Morten menjelaskan, proses pendataan dilakukan melalui beberapa metode, baik secara daring maupun luring. Untuk metode daring, pengunjung dapat mengisi survei melalui pemindaian barcode. Sementara itu, pendataan luring dilakukan melalui penghitungan manual, penggunaan sensor, serta pengisian buku tamu.
Selain jumlah pengunjung, panitia juga melakukan pendataan terhadap omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) yang berpartisipasi dalam Berau Expo 2026.
Terkait dampak ekonomi, Morten menyebut aktivitas UMKM dan PKL selama pameran menunjukkan perputaran ekonomi yang signifikan. Ia juga mengungkapkan, sejauh ini pihaknya tidak menerima keluhan dari pelaku usaha mengenai target omzet yang tidak tercapai.
“Untuk UMKM dan PKL, perputaran ekonominya cukup signifikan. Sejauh ini, tidak ada keluhan yang kami terima terkait target omzet yang tidak tercapai,” ungkapnya.
Di sisi lain, Morten turut menanggapi isu mengenai tingginya biaya sewa tenda bagi pelaku usaha yang sempat beredar. Ia membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa biaya yang dibayarkan pelaku usaha telah sesuai dengan kesepakatan bersama.
Menurutnya, panitia telah menjelaskan komponen biaya kepada para pelaku usaha sebelum pembayaran dilakukan. Panitia juga memberikan sejumlah kelonggaran, termasuk waktu pembayaran yang lebih fleksibel.
Selain itu, pelaku usaha diperbolehkan berbagi satu tenda dengan pedagang lain apabila diperlukan. Skema tersebut diterapkan sebagai salah satu solusi atas keterbatasan jumlah tenda sekaligus membantu meringankan beban biaya yang harus ditanggung pelaku usaha.
“Terkait isu harga tenda yang tinggi, kami menilai hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Para pelaku usaha membayar berdasarkan kesepakatan, dan komponen biayanya juga sudah kami jelaskan secara terbuka kepada mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, kelonggaran pembayaran dan kesempatan untuk berbagi tenda merupakan bentuk upaya panitia dalam memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan PKL agar tetap dapat berpartisipasi dalam Berau Expo 2026.
Melalui pendataan pengunjung dan omzet pelaku usaha, panitia berharap pelaksanaan Berau Expo 2026 dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai tingkat kunjungan serta kontribusi kegiatan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. (*/)
Editor: Dedy Warseto





