TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Berau terus mematangkan kesiapan sarana dan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung realisasi bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Joesram, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kemenkes yang telah berjalan sejak 2024. Program tersebut mencakup dukungan sarana, prasarana, serta alat kesehatan bagi rumah sakit di daerah.
Menurutnya, kesempatan RSUD dr Abdul Rivai untuk kembali memperoleh dukungan tersebut turut terbuka setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Berau.
Setelah itu, kata dia, program bantuan kembali dibuka secara khusus sehingga sejumlah kebutuhan alat kesehatan untuk RSUD dr Abdul Rivai dapat masuk dalam program.
“Programnya sebenarnya sudah ada sejak 2024. Kemudian setelah Pak Jokowi datang ke Berau, ada peluang untuk membuka kembali program tersebut, khusus untuk Berau,” ungkap Joesram, Sabtu (3/10/2026).
Lanjutnya, dari program tersebut, RSUD dr Abdul Rivai telah mendapatkan sejumlah alokasi alat kesehatan. Di antaranya peralatan untuk layanan kateterisasi jantung atau cath lab, kesehatan ibu dan anak, kemoterapi, urologi, neurologi, hingga layanan ginjal.
Joesram menjelaskan, sebagian besar bantuan tersebut sebenarnya telah ditetapkan sejak 2025. Namun, proses pengiriman alat ke rumah sakit masih menunggu kesiapan fasilitas pendukung dan SDM yang akan mengoperasikan peralatan tersebut.
“Barangnya sebenarnya sudah ada sejak 2025. Tinggal didroping ke kita. Tetapi alat tidak akan diturunkan kalau rumah sakit belum menyiapkan sarana, prasarana dan SDM. Kalau semuanya sudah siap, baru alat kesehatan tersebut diturunkan,” jelasnya.
Karena itu, pihak rumah sakit saat ini terus melakukan persiapan sekaligus berkoordinasi dengan Kemenkes agar proses realisasi bantuan tersebut dapat berjalan. Nilai dukungan alat kesehatan yang dialokasikan untuk RSUD dr Abdul Rivai disebut mencapai sekitar Rp150 miliar.
Joesram mengatakan, pihaknya masih menunggu pengaturan lebih lanjut dari Kemenkes terkait penggunaan dan tahapan realisasi anggaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya penyesuaian kebutuhan rumah sakit.
Namun, di tengah proses tersebut, RSUD dr Abdul Rivai juga telah menyampaikan kebutuhan lain yang dinilai cukup mendesak, yakni pembaruan perangkat CT Scan.
Menurut Joesram, CT Scan yang saat ini digunakan rumah sakit telah berusia sekitar 15 tahun. Selain usia perangkat yang cukup lama, alat tersebut juga telah memasuki masa discontinued selama sekitar tiga tahun.
“Yang paling kita perlukan sekarang sebenarnya CT Scan. Usianya sudah 15 tahun dan sudah tiga tahun discontinued. Ini yang kami anggap cukup urgent,” bebernya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena semakin lama usia perangkat, ketersediaan suku cadang untuk perbaikan juga berpotensi semakin terbatas. Hal itu dapat memengaruhi keberlangsungan layanan pemeriksaan penunjang bagi pasien.
“Risikonya, memasuki tahun berikutnya kita khawatir spare part-nya sudah tidak ada. Ibarat kendaraan, kalau sudah lama, ketika rusak bisa kesulitan mencari suku cadangnya,” ucap Joesram.
Kebutuhan pembaruan CT Scan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak Kemenkes dalam pembahasan terkait dukungan alat kesehatan. Joesram berharap kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian dalam pengaturan bantuan selanjutnya.
Sementara itu, RSUD dr Abdul Rivai tetap melanjutkan persiapan terhadap sejumlah alat kesehatan yang telah dialokasikan sebelumnya. Kesiapan ruangan, sarana pendukung dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting agar peralatan yang nantinya diterima dapat langsung dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dengan dukungan tersebut, RSUD dr Abdul Rivai diharapkan dapat memperluas kapasitas layanan sekaligus meningkatkan kemampuan penanganan berbagai kebutuhan medis masyarakat Berau tanpa harus bergantung pada rujukan ke daerah lain. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





