TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menilai perluasan akses pembiayaan dan peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat membuka kegiatan BIMA ETAM Seri 17: Berau yang mengusung agenda Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM, Jumat (2/10/2026).
“Mewakili Berau, saya menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat sinergi instansi dan lembaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau,” ungkap Said.
Menurutnya, Pemkab Berau memiliki komitmen dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kearifan lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk fasilitasi, mulai dari pembinaan, pelatihan hingga dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Said menegaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga kemudahan memperoleh pembiayaan dan pemahaman dalam mengelola keuangan.
“Dengan akses pembiayaan yang optimal, UMKM akan mampu bergerak maju, memberikan kesejahteraan bagi para pelaku usaha, bahkan memunculkan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Pemberdayaan dilakukan secara menyeluruh, optimal dan berkesinambungan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, kesempatan berusaha, dukungan perlindungan serta pengembangan usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Said menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan BIMA ETAM di Berau.
Ia berharap kemitraan antara pemerintah daerah dengan BI dan OJK dapat terus diperkuat, terutama dalam mendorong pengembangan UMKM potensial serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Berau.
“Besar harapan saya, kemitraan ini terus terjalin dalam rangka memajukan UMKM potensial serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Berau,” tuturnya.
Said juga meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM.
Menurutnya juga, pendampingan tersebut penting agar pelaku usaha tidak berhenti pada tahap memperoleh pembiayaan, tetapi mampu mengelola modal secara produktif sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kita semua berharap, setelah kegiatan ini, akan ada UMKM terpilih yang memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan,” katanya.
Kepada para pelaku UMKM, Said berpesan agar terus meningkatkan kreativitas dan kualitas produk. Ia juga mendorong pelaku usaha mulai mengembangkan sistem pembayaran non-tunai sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital.
Hal tersebut dinilai relevan dengan posisi Berau sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Ini penting, mengingat Berau sebagai kawasan wisata yang dikunjungi oleh berbagai wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.
Melalui BIMA ETAM Seri 17, Pemkab Berau berharap penguatan UMKM dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal, sehingga produk dan usaha masyarakat semakin mampu mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian daerah. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




