TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Kekayaan perikanan Kabupaten Berau tidak berhenti pada hasil tangkapan. Di balik aktivitas kelautan masyarakat pesisir, terdapat budaya yang tumbuh dan diwariskan lintas generasi. Potensi inilah yang kini dinilai perlu dikembangkan menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan budaya perikanan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Berau. Mulai dari aktivitas menangkap ikan, mengolah hasil laut hingga berbagai tradisi masyarakat pesisir, semuanya menjadi kekayaan yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, potensi tersebut jangan hanya dilihat dari sisi produksi perikanan. Nilai budaya yang menyertainya juga perlu mendapat perhatian agar dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perikanan di Berau bukan hanya berbicara soal hasil tangkapan atau produksi. Di dalamnya ada budaya dan kehidupan masyarakat yang sudah berlangsung sejak lama. Ini merupakan potensi yang perlu kita jaga sekaligus kembangkan,” ujar Gamalis.
Ia menilai budaya yang berkaitan dengan kehidupan nelayan dapat menjadi daya tarik tersendiri jika dikemas secara kreatif. Terlebih, Berau memiliki wilayah pesisir dan kepulauan yang luas dengan karakter serta tradisi masyarakat yang beragam.
Pengembangan budaya perikanan juga dapat disinergikan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tradisi masyarakat pesisir, kuliner berbahan hasil laut, kerajinan hingga aktivitas nelayan dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.
“Kalau budaya perikanan ini kita kemas dengan baik, tentu bisa menjadi daya tarik. Bukan hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat pesisir di Berau,” katanya.
Gamalis menegaskan, pengembangan potensi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, masyarakat pesisir, pelaku usaha hingga generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya yang telah diwariskan.
Ia pun mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam mengembangkan potensi perikanan dan budaya pesisir melalui pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif.
“Yang paling penting adalah bagaimana budaya ini tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Potensinya harus kita manfaatkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tanpa menghilangkan nilai budaya yang sudah ada,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto




