TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pengembangan pariwisata di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, tidak hanya bertumpu pada daya tarik alam. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata menjadi bagian penting agar destinasi tetap nyaman dikunjungi dan mampu berkembang dalam jangka panjang.
Hal itu terlihat dalam kegiatan bersih-bersih destinasi yang digelar masyarakat Kampung Wisata Dumaring, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Mangrove Dumaring dan Taman Sungai Dumaring, sekaligus menjadi bagian dari gerakan kebersihan destinasi yang dilaksanakan serentak di sejumlah daerah di Kalimantan Timur dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia 2026.
Kegiatan melibatkan masyarakat, Pemerintah Kampung Dumaring, pengelola destinasi serta sejumlah mitra Program Kolaborasi Dumaring. Bersama-sama, mereka membersihkan kawasan wisata dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah, baik organik maupun anorganik.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim agar pengelola dan masyarakat melakukan gotong royong membersihkan destinasi wisata.
“Kita mendapat imbauan dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi untuk gotong royong kebersihan di destinasi-destinasi wisata. Ini dilakukan serentak, dan bagi yang belum bisa melaksanakan pada Jumat, tetap dapat dilakukan pada hari berikutnya,” ujarnya.
Menurut Yudha, keberlanjutan destinasi wisata tidak cukup hanya dengan pembangunan sarana dan prasarana. Masyarakat di sekitar kawasan memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan lingkungan dan aktivitas wisata sehari-hari.
“Pariwisata tidak akan tumbuh hanya karena pemerintah membangun fasilitas. Peran warga sebagai pemilik sekaligus penjaga kawasan wisata sangat menentukan keberlanjutan sebuah destinasi,” katanya.
Ia menilai kondisi lingkungan menjadi salah satu bagian yang turut menentukan pengalaman wisatawan ketika berkunjung. Daya tarik alam yang dimiliki suatu destinasi perlu diimbangi dengan lingkungan yang bersih, tertata dan nyaman.
Karena itu, Yudha mengapresiasi keterlibatan masyarakat Dumaring dalam menjaga kawasan wisata secara bersama-sama. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian dari pengelolaan destinasi, bukan sekadar kegiatan tambahan.
“Gerakan bersama seperti ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian dari upaya mengembangkan destinasi wisata,” tuturnya.
Ia menginginkan kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia. Menjaga kawasan wisata, menurutnya, perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, pengelola maupun pemerintah kampung.
Selain menjaga lingkungan, kegiatan gotong royong tersebut juga dinilai menjadi ruang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Yudha berharap Dumaring mampu mengembangkan destinasi yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang nyaman bagi wisatawan sekaligus menjaga potensi wisata agar tetap bernilai dalam jangka panjang. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




