• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
17SepGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Dari Kebun Maluang, Nursalim Bangun Harapan Ekonomi dari Kakao

admin by admin
25 September 2026
in Berau
0
Dari Kebun Maluang, Nursalim Bangun Harapan Ekonomi dari Kakao

GUNUNG TABUR, PORTALBERAU — Di tengah hamparan tanaman kakao di Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Nursalim perlahan menata masa depan keluarganya. Setiap tanaman yang dirawatnya menjadi bagian dari ikhtiar membangun sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, setelah puluhan tahun mengandalkan hasil dari sektor pertanian.

Pria berusia 40 tahun itu telah lebih dari dua dekade menggantungkan hidup dari pertanian. Berbagai komoditas hortikultura pernah dibudidayakannya, termasuk kakao. Namun keterbatasan modal membuat pengembangan kakao belum dapat dilakukan secara maksimal.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Sejak mengikuti Program Pengembangan Kakao yang menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal pada pilar ekonomi, Nursalim kembali memiliki kesempatan mengembangkan kakao sebagai komoditas yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarganya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kakao sekaligus mendukung transformasi ekonomi Berau dengan memperkuat sektor pertanian dan komoditas unggulan daerah.

“Selama saya bertani sering menanam hortikultura. Pernah juga kakao, tetapi karena keterbatasan modal dan tidak bisa membeli bibit, saya lebih banyak bertani sayur-sayuran,” ucap Nursalim.

Pada 2025, Nursalim mendapatkan 800 bibit kakao beserta pupuk, dolomit, obat pengendali hama dan kompos. Ia juga memperoleh bibit alpukat, kelapa, dan petai yang dimanfaatkan sebagai tanaman penaung di kebun kakao.

Tidak berhenti pada pemberian sarana produksi, Nursalim juga mendapatkan kesempatan mengikuti sekolah lapang kakao. Melalui kegiatan tersebut, ia memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan hingga perawatan tanaman.

Bagi Nursalim, dukungan tersebut menjadi kesempatan yang sebelumnya sulit ia dapatkan secara mandiri.

“Saya sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Berau Coal. Kami yang termasuk petani golongan bawah belum mampu untuk membeli bibit kakao, pupuk dan lain-lain,” katanya.

Sekitar 10 bulan berjalan, tanaman kakao yang dirawat Nursalim menunjukkan pertumbuhan yang baik. Sejumlah tanaman bahkan mulai mengeluarkan buah.

Namun, buah yang muncul pada tanaman yang masih muda tersebut harus dipangkas. Langkah itu dilakukan agar tanaman dapat lebih dahulu memperkuat batang dan pertumbuhannya sebelum memasuki masa produktif.

Sambil menunggu kakao menghasilkan, Nursalim tidak membiarkan lahan seluas sekitar setengah hektare tersebut menganggur.

Ia memanfaatkan sela waktu pertumbuhan kakao dengan menanam jagung yang benihnya juga diperoleh melalui dukungan PT Berau Coal.

Jagung tersebut bukan hanya menjadi bagian dari pola pengelolaan lahannya, tetapi juga memberikan pemasukan bagi keluarga selama tanaman kakao belum memasuki masa panen.

Dalam kurun 10 bulan, Nursalim bahkan telah empat kali melakukan panen dengan hasil sekitar 40 karung dalam satu kali panen.

“Dari menanam jagung saja, dalam 10 bulan ini saya sudah empat kali panen, menghasilkan sekitar 40 karung jagung dalam satu kali panen. Ini sangat membantu ekonomi keluarga saya,” ungkapnya.

Bagi Nursalim, mengembangkan pertanian tidak cukup hanya dengan menanam satu komoditas. Ia mulai menerapkan konsep pertanian terpadu atau integrated farming dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di sekitar kebun.

Salah satunya melalui pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik untuk tanaman. Kambing yang dipeliharanya merupakan milik tetangga, sementara limbah ternak dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kebun.

Di sisi lain, daun dari tanaman penaung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Jadi saling berkesinambungan, sehingga kami tidak bergantung pada pupuk kimia,” jelasnya.

Pengembangan usaha juga merambah sektor perikanan. Nursalim menerima bantuan 1.000 benih lele jumbo yang kemudian dikembangkan. Setelah sebagian ikan dijual, hasilnya kembali diputar untuk membeli pakan sekaligus menambah sekitar 3.500 bibit ikan.

Pola tersebut menjadi cara Nursalim memastikan bantuan yang diterima tidak berhenti sebagai bantuan awal, tetapi berkembang menjadi modal usaha yang terus diputar.

“Kalau kita konsisten, sebenarnya bantuan itu cukup sekali diberikan dan kita bisa kembangkan sendiri, tidak harus dibantu terus-menerus,” ujarnya.

Perjalanan Nursalim mengembangkan kakao juga tidak terlepas dari pendampingan di lapangan. Menurutnya, pemantauan yang dilakukan selama masa pertumbuhan tanaman menjadi bagian penting, terutama bagi petani yang baru kembali mengembangkan kakao.

“Alhamdulillah, terima kasih PT Berau Coal untuk pendampingannya luar biasa. Tim lapangan yang memantau pertumbuhan kakao, memantau kebutuhan kami para petani selama masa pengembangan kakao ini,” katanya.

Ia berharap pendampingan dapat terus berjalan hingga petani mampu menghasilkan dan mengelola kebunnya secara mandiri.

Menurut Nursalim, kondisi lahan di Berau memiliki potensi untuk pengembangan kakao. Pengalamannya bertani di luar daerah membuatnya melihat perbedaan pertumbuhan tanaman yang cukup signifikan.

“Sepengalaman saya di luar Berau, 10 bulan masa tanam kakao itu tidak seperti ini pertumbuhannya. Namun, di Berau 10 bulan kakao bisa tumbuh lebih cepat. Selain faktor konsisten, kondisi tanah di Berau sangat mendukung untuk budidaya kakao,” tuturnya.

Bagi Nursalim, kebun yang kini dikelolanya bukan sekadar tempat menghasilkan komoditas. Di lahan tersebut, ia sedang membangun pola usaha yang menggabungkan kakao, jagung, peternakan dan perikanan agar dapat saling menopang.

Ia pun mengajak masyarakat Berau yang memiliki lahan untuk tidak ragu melihat peluang pengembangan kakao. Menurutnya, hasil tidak datang secara instan, tetapi dapat dibangun melalui ketekunan, perawatan dan konsistensi.

Dari kebun sederhana di Maluang, Nursalim kini tidak hanya menunggu kakao memasuki masa panen. Ia sedang menyiapkan sebuah ekosistem usaha tani yang diharapkan mampu tumbuh bersama keluarganya dan menjadi sumber penghidupan yang semakin mandiri. (ADV)

Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto

Previous Post

Gantikan Manutung Jukut, Pemkab Berau Siapkan Distribusi Ikan Segar ke Pedalaman

admin

admin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dari Kebun Maluang, Nursalim Bangun Harapan Ekonomi dari Kakao

Dari Kebun Maluang, Nursalim Bangun Harapan Ekonomi dari Kakao

by admin
25 September 2026
0

GUNUNG TABUR, PORTALBERAU — Di tengah hamparan tanaman kakao di Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Nursalim perlahan menata masa depan...

Gantikan Manutung Jukut, Pemkab Berau Siapkan Distribusi Ikan Segar ke Pedalaman

Gantikan Manutung Jukut, Pemkab Berau Siapkan Distribusi Ikan Segar ke Pedalaman

by admin
25 September 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan program distribusi ikan segar untuk masyarakat di wilayah pedalaman. Program tersebut...

Bukan Sekadar Makanan, Disbudpar Berau Siapkan Pakem Kuliner untuk Jadi Warisan Budaya

Bukan Sekadar Makanan, Disbudpar Berau Siapkan Pakem Kuliner untuk Jadi Warisan Budaya

by admin
25 September 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Kuliner tradisional Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda....

DLHK Berau Soroti Ceceran Material di Jalan, Kendaraan Proyek Diminta Pakai Penutup

DLHK Berau Soroti Ceceran Material di Jalan, Kendaraan Proyek Diminta Pakai Penutup

by admin
25 September 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU— Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau kembali menyoroti ceceran material konstruksi yang masih ditemukan di...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In