TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Perayaan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb tahun ini tidak hanya dikemas dalam agenda seremonial.
Sepanjang September, pemerintah daerah menyiapkan 11 kegiatan yang memadukan olahraga, tradisi, budaya hingga ruang hiburan masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap mempertahankan sejumlah agenda yang telah disiapkan sejak awal tahun. Penyesuaian dilakukan pada beberapa kegiatan, baik dari sisi pelaksanaan maupun jadwal, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut disusun melalui pembahasan panitia sejak awal tahun dengan melibatkan perangkat daerah dan pihak terkait.
Menurutnya, tidak seluruh agenda merupakan kegiatan yang baru muncul menjelang peringatan Hari Jadi. Sebagian telah menjadi bagian dari rencana kegiatan tahunan, kemudian disesuaikan kembali dengan kondisi pelaksanaan.
“Beberapa kegiatan memang ada perubahan, ada yang dibatalkan, ada juga yang disesuaikan. Jadwal yang ada sekarang kembali dimunculkan dengan penyesuaian berdasarkan kondisi di lapangan,” ungkapnya, Senin (21/9/216).
Lanjutnya, hingga pertengahan September, sejumlah agenda utama telah terlaksana. Rangkaian diawali lomba paduan suara pada 9 September, kemudian rapat paripurna Hari Jadi di DPRD Berau pada 14 September dan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau pada 15 September.
Memasuki pekan ketiga September, suasana perayaan bergeser ke kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Turnamen Bola Voli Bupati Cup antarkecamatan digelar 16 September, disusul tradisi Baturunan Manurunkan Perau pada 19 September.
Agenda kemudian berlanjut dengan olahraga tradisional dan Berau Independence Run pada 20 September. Sehari setelahnya, Turnamen Sepak Bola Bupati Cup antarkecamatan dijadwalkan berlangsung.
“Adapun pada 20 September, masyarakat akan disuguhkan lomba olahraga tradisional dan Berau Independence Run. Selanjutnya, pada 21 September dijadwalkan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup antarkecamatan,” ujarnya.
Tidak berhenti pada olahraga, rangkaian perayaan juga memberi ruang bagi kuliner dan budaya lokal. Pada 23 September dijadwalkan Lomba Ancur Paddas, Puncak Rasul, serta Festival Kue Tradisional.
Sementara itu, penutup rangkaian kegiatan akan diisi Berau Ethno Carnival dan lomba Parau Panjang pada 26 September.
Yudha menjelaskan, pembagian pelaksanaan kegiatan juga disesuaikan dengan tugas masing-masing perangkat daerah. Sejumlah agenda olahraga, seperti sepak bola, olahraga tradisional dan lomba perahu, dilaksanakan perangkat daerah yang membidangi olahraga.
Pola tersebut membuat perayaan Hari Jadi tidak hanya berpusat pada pemerintah, tetapi melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui olahraga, tradisi, seni, budaya dan kegiatan ekonomi kreatif.
Di sisi lain, efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam penyelenggaraan tahun ini. Pemerintah daerah melakukan penyesuaian tanpa menghilangkan seluruh agenda yang sebelumnya telah direncanakan.
Dirinya menambahkan, beberapa pola peringatan Hari Jadi Berau dan HUT Kota Tanjung Redeb tersebut tetap berlangsung sepanjang September, dengan rangkaian kegiatan yang diarahkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan.
“Tetapi juga kita membuka ruang partisipasi masyarakat dan menampilkan kekayaan budaya lokal Berau,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




