TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pangan Berau mengambil langkah untuk meringankan beban petani di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, yang terdampak gagal panen akibat kondisi kemarau.
Pihaknya menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) berupa 1.760 kilogram beras. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 88 jiwa penerima manfaat yang terdampak kehilangan hasil pertanian.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, menyampaikan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan petani selama menghadapi dampak gagal panen.
Bantuan itu diharapkan dapat memberikan ruang bagi petani untuk kembali mempersiapkan kegiatan pertanian pada musim berikutnya.
Menurutnya, kehilangan hasil panen membuat petani menghadapi persoalan baru, termasuk keterbatasan dalam menyediakan kebutuhan untuk kembali bercocok tanam.
“Ketika hasil panen tidak ada, petani tentu kesulitan memenuhi kebutuhan sekaligus menyiapkan modal untuk musim tanam selanjutnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Kampung Semurut sejauh ini menjadi satu-satunya kampung yang mengajukan CPPD khusus bagi petani yang mengalami gagal panen. Meski demikian, terdapat sejumlah wilayah lain yang juga menghadapi dampak kemarau.
Sebelum bantuan disalurkan, Dinas Pangan terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap kondisi petani di lapangan. Penyaluran kemudian dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Berau.
Ia menegaskan, mekanisme bantuan bagi petani gagal panen berbeda dengan bantuan pangan untuk masyarakat yang terdampak bencana.
“Kalau bantuan bencana, beras lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama masa darurat,” bebernya.
Sedangkan dalam kasus petani gagal panen, aspek keberlanjutan usaha pertanian turut menjadi perhatian. Bantuan diharapkan dapat membantu petani melewati masa setelah kehilangan hasil produksi sekaligus mempersiapkan kembali aktivitas pertanian.
“Petani bukan hanya kehilangan bahan pangan dari hasil panennya, tetapi juga kehilangan sumber pendapatan. Karena itu, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka agar tetap bisa melanjutkan usaha tani,” jelasnya.
Pihaknya akan terus memantau kondisi produksi pangan daerah, khususnya selama musim kemarau.
“Ini kami ambil untuk mengantisipasi dampak lebih luas terhadap produksi pertanian dan ketahanan pangan masyarakat,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhamamd Izzatullah
Editor : Dedy Warseto





