TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kabupaten Berau mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Sya’diah. Ia menilai penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.
Syarifatul yang merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Bontang, Kutai Timur dan Berau mengatakan, kondisi karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara harus menjadi perhatian serius pemerintah maupun masyarakat.
“Saya melihat persoalan ini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus diperkuat dari sisi pencegahan, pengawasan, maupun penanganan dampaknya terhadap masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, langkah jangka pendek perlu diarahkan pada perlindungan masyarakat yang terdampak asap karhutla. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta terus melakukan pemantauan kualitas udara dan memastikan pelayanan kesehatan bagi warga berjalan optimal.
Perlindungan juga dinilai perlu diberikan secara khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Dirinya turut menilai kebijakan pemerintah membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan, termasuk meliburkan sementara kegiatan belajar anak-anak ketika kondisi udara memburuk, merupakan langkah tepat.
“Pembatasan aktivitas di luar ruangan dengan meliburkan sementara kegiatan belajar anak-anak merupakan langkah yang sangat tepat berdasarkan kondisi dan hasil pemantauan kualitas udara. Ini untuk mengurangi risiko meningkatnya penyakit ISPA,” katanya.
Selain penanganan dampak kesehatan, ia mendorong upaya pencegahan diperkuat. Pengawasan terhadap wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran harus dilakukan secara konsisten, termasuk mengawasi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
“Penegakan aturan juga harus dilakukan apabila ditemukan unsur kelalaian maupun kesengajaan,” tegasnya.
Sebagai wakil masyarakat Dapil VI, Syarifatul berharap pemerintah tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga menyiapkan langkah pemulihan lingkungan setelah karhutla berakhir.
Ia mengajak masyarakat turut berperan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
“Kita berharap kondisi ini segera berakhir. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Jangan sampai kita baru bergerak setelah semakin banyak masyarakat, terutama anak-anak, yang jatuh sakit akibat dampak kabut asap ini,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Dedy Warseto




