TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemkab Berau memastikan ketersediaan oksigen medis untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di daerah tetap aman di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat meninjau langsung ketersediaan pasokan oksigen di PT Harapan Perimajaya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan produsen dalam memenuhi kebutuhan oksigen bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan apabila terjadi peningkatan permintaan.
Gamalis mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, persediaan oksigen yang tersedia saat ini dinilai masih mencukupi untuk membackup kebutuhan rumah sakit, Puskesmas hingga fasilitas kesehatan lainnya dalam beberapa waktu ke depan.
“Alhamdulillah, ketersediaan oksigen ini cukup untuk membackup kebutuhan oksigen rumah sakit untuk beberapa waktu ke depan,” ungkap Gamalis.
Menurutnya, pihak produsen juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan kebutuhan. Produksi dan pengisian dapat dilakukan secara rutin, bahkan hingga malam hari sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan.
Gamalis menegaskan, dari sisi ketersediaan stok di tingkat produsen, belum ditemukan persoalan yang perlu dikhawatirkan.
“Kalau saya lihat, insyaallah sudah tidak ada permasalahan dari stok yang ada di sini berkaitan dengan oksigen,” ujarnya.
Dengan kesiapan tersebut, Pemkab Berau berharap kebutuhan oksigen bagi rumah sakit, puskesmas maupun klinik tetap terjamin, khususnya di tengah situasi karhutla yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sementara itu, Direktur PT Harapan Perimajaya, Hendery, memastikan pihaknya terus melakukan produksi setiap hari dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen. Bahkan, perusahaan mengaku siap meningkatkan produksi apabila permintaan mengalami lonjakan.
“Kami produsen, produksi setiap hari menyesuaikan kebutuhan. Dua puluh empat jam pun kami siap untuk produksi,” jelas Hendery.
Ia menyebut, hingga saat ini belum terjadi peningkatan permintaan oksigen yang signifikan. Pengisian oksigen oleh sejumlah fasilitas kesehatan masih berlangsung secara normal dan rutin.
Menurut Hendery, kerja sama penyediaan oksigen dengan puskesmas dan rumah sakit di Berau telah berjalan sejak sebelum pandemi Covid-19 dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Puskesmas juga rutin melakukan pengisian, walaupun hari-hari biasa. Itu sudah menjadi satu sinergi sejak beberapa tahun lalu, bahkan sejak sebelum Covid-19,” katanya.
Selain rumah sakit dan puskesmas, sejumlah klinik swasta juga menjadi pelanggan PT Harapan Perimajaya untuk memenuhi kebutuhan tabung oksigen mereka. Di antaranya klinik yang berada di wilayah Tanjung Redeb hingga Labanan.
Hendery menjelaskan, jumlah pengisian setiap fasilitas kesehatan tidak selalu sama. Dalam kondisi tertentu, ada fasilitas yang hanya mengisi dua tabung, sementara kebutuhan lainnya bisa mencapai sekitar 10 tabung.
“Tidak menentu. Kadang ada yang dua, yang besar bisa sampai sepuluh. Tergantung kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran produksi, PT Harapan Perimajaya juga menyiagakan mesin produksi, suku cadang hingga peralatan pendukung. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan teknis.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kendala. Tapi tetap kami upayakan. Mesin juga standby, ada cadangan. Spare part juga sudah kami siapkan,” tutur Hendery.
Ia menambahkan, operasional perusahaan pada prinsipnya siap berlangsung selama 24 jam apabila dibutuhkan. Namun, aktivitas produksi akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





