TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Kepolisian Resor (Polres) Berau meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul kelangkaan yang terjadi di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan hingga penyelewengan BBM.
Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Muhammad Fajri, mengatakan kondisi kelangkaan BBM saat ini menjadi perhatian serius kepolisian. Pemantauan dilakukan mulai dari proses distribusi hingga aktivitas pengisian di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Kelangkaan BBM ini menjadi atensi kami. Kami akan terus melakukan koordinasi dan monitoring di lapangan, terutama berkaitan dengan pendistribusiannya,” kata Fajri, Senin (31/8).
Ia menyebut, pengawasan terhadap BBM bukan sekadar dilakukan setelah adanya laporan masyarakat. Polisi bersama tim gabungan juga aktif turun ke lapangan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
Bahkan, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU telah dilakukan secara rutin dalam beberapa bulan terakhir. Kegiatan tersebut menyasar proses penyaluran BBM bersubsidi maupun jenis BBM lainnya.
“Kegiatan di lapangan seperti sidak ke SPBU sudah rutin kami lakukan bersama tim gabungan sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya.
Fajri mengungkapkan, sepanjang 2026 Polres Berau telah menangani empat laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan BBM. Dari perkara-perkara tersebut, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penanganan perkara tersebut juga menghasilkan penyitaan barang bukti dalam jumlah besar. Dalam salah satu rangkaian perkara yang melibatkan enam tersangka, polisi mengamankan sekitar 9.500 liter BBM.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 1.500 liter solar dan 8.000 liter Pertalite.
“Dari perkara yang melibatkan enam tersangka, total barang bukti BBM yang diamankan mencapai sekitar 9.500 liter. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 1.500 liter solar dan 8.000 liter Pertalite,” ungkapnya.
Menurut Fajri, temuan tersebut menunjukkan bahwa potensi penyalahgunaan BBM masih menjadi persoalan yang harus diwaspadai. Terlebih, BBM memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Karena itu, kepolisian berencana kembali melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik dalam waktu dekat. Pengecekan tersebut sekaligus untuk memastikan proses distribusi berjalan normal dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan.
Polres Berau juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU serta instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga distribusi BBM tetap lancar dan tepat sasaran.
“Kami akan terus melakukan koordinasi. Terkait BBM ini menjadi atensi kami dan pengawasan di lapangan akan terus dilakukan,” tegas Fajri.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan kondisi kelangkaan BBM untuk melakukan praktik yang bertentangan dengan aturan. Kepolisian memastikan akan mengambil tindakan apabila menemukan adanya indikasi penyalahgunaan maupun penyelewengan.
Di tengah kondisi pasokan yang masih menjadi perhatian masyarakat, kepolisian berharap distribusi BBM dapat berlangsung secara tertib dan sesuai peruntukannya.
“Di tengah kondisi kelangkaan yang dirasakan masyarakat, kami berharap distribusi BBM dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Pengawasan pun akan terus ditingkatkan untuk memastikan persoalan tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” pungkasnya. (*/)
Editor: Dedy Warseto




