TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengajak seluruh elemen masyarakat dari beragam suku yang menetap di Kabupaten Berau untuk bersinergi membantu pemerintah daerah mempromosikan potensi pariwisata Bumi Batiwakkal. Kolaborasi lintas budaya ini dinilai krusial agar daya tarik wisata Berau makin dikenal secara utuh dan merata.
Gamalis menyoroti fenomena kepariwisataan daerah di mana ketenaran destinasi tertentu kerap melebihi nama Kabupaten Berau itu sendiri. “Contohnya Derawan. Kalau sebut Berau orang tidak tahu, orang hanya tahunya Derawan. Berau kalah tenarnya dari Derawan,” ungkap Gamalis.
Padahal, Kabupaten Berau memiliki potensi pariwisata yang sangat kaya dan beragam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat terdapat 65 Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di 13 kecamatan.
Kekayaan ini mencakup ekowisata bahari kelas dunia di Kepulauan Derawan, Maratua, Sangalaki, serta fenomena danau ubur-ubur tidak menyengat di Kakaban. Di samping itu, Berau juga memiliki potensi wisata perairan darat dan budaya, seperti hiu paus di Talisayan, ekowisata mangrove Teluk Semanting, Danau Labuan Cermin di Biduk-Biduk, hingga cagar budaya Keraton Sambaliung dan Keraton Gunung Tabur. Kekayaan ekosistem laut Berau bahkan dilindungi melalui Kawasan Konservasi Perairan Daerah yang membentang seluas lebih dari 1,2 juta hektare.
Melihat potensi yang begitu luas, Gamalis menekankan pentingnya keterlibatan seluruh paguyuban dan masyarakat pendatang maupun suku asli dalam memajukan pariwisata daerah.
“Berau adalah salah satu kabupaten yang dihuni banyak suku. Kalau kita mau melacak, tidak ada satu suku di Indonesia yang tidak ada di Berau. Kita harapkan semua suku dapat menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat memajukan sektor pariwisata,” tegasnya.
Ia meyakini bahwa persatuan antar etnis yang kuat akan menjadi modal sosial besar dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menyambut peluang Berau sebagai mitra penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di sektor pariwisata.
“Mari kita dorong pariwisata kita hari ini dengan segala upaya dan tenaga, bagaimana wisata kita ini bisa lebih maju dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkas Gamalis. (ADV)





