TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau mendapat perhatian serius. Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI menggelar penyuluhan penanganan karhutla sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran.
Kegiatan bertema “Cegah Karhutla, Jaga Lingkungan, Selamatkan Masa Depan” tersebut berlangsung di Aula Paraduta Kodim 0902/Bru, Jalan Pulau Semama, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (1/9/2026). Kegiatan dihadiri sekitar 60 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, perusahaan swasta hingga masyarakat.
Ketua Tim Penyuluhan Penanganan Karhutla, Kolonel Arm Laode Irwan, menegaskan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi menjadi ancaman lintas sektor yang dapat berdampak terhadap kesehatan, perekonomian, hingga aktivitas masyarakat.
Menurutnya, risiko karhutla semakin meningkat ketika terjadi kemarau panjang. Karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.
“Jangan menunggu api membesar. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan hingga masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam penyuluhan tersebut.
Dalam materi yang disampaikan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak karhutla. Dari sisi kesehatan, asap kebakaran dapat memicu gangguan pernapasan, batuk, sesak napas dan iritasi, dengan risiko lebih besar terhadap kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Dari sisi lingkungan, karhutla dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, hilangnya habitat satwa, rusaknya unsur hara tanah serta meningkatnya emisi karbon. Sementara dari aspek ekonomi dan sosial, kebakaran dapat menyebabkan gagal panen, terganggunya aktivitas perdagangan, hingga gangguan transportasi dan kegiatan pendidikan.
Kolonel Laode juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Warga diminta mengenali keberadaan asap atau bau terbakar, memastikan lokasi secara akurat, kemudian segera melapor kepada aparat desa, ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD maupun pemadam kebakaran.
Masyarakat juga dapat membantu petugas dengan menunjukkan akses menuju lokasi serta sumber air yang tersedia. Namun, keselamatan warga tetap menjadi prioritas dan masyarakat tidak dianjurkan mengambil risiko dalam upaya penanganan kebakaran.
“Karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan juga dapat terjadi akibat kelalaian. Kita harus mengubah paradigma dari siaga memadamkan menjadi waspada mencegah,” tegasnya.
Wakil Bupati Berau Gamalis yang hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah instansi terkait menyambut positif penyuluhan yang dilakukan Mabes TNI dan Pasis Sesko TNI.
Kegiatan ini dinilai menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Berau.
Sinergitas tersebut melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Berau, BPBD, KPHP, pemadam kebakaran, pemerintah kampung, perusahaan swasta dan masyarakat.
Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga yang terdampak bencana karhutla di wilayah Kabupaten Berau. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan kepada masyarakat yang terdampak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama sebelum ditutup sekitar pukul 10.45 Wita.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Diharapkan penyuluhan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya karhutla, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif seluruh pihak dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Editor: Dedy Warseto





