TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang memperkuat kesiapsiagaan pelaku pariwisata dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Bencana Tahun 2026.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai peningkatan kapasitas pelaku pariwisata menjadi langkah penting, terutama di tengah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun dengan baik agar wisatawan tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Berau. Namun demikian, penyampaian informasi terkait potensi bencana juga harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
“Jangan sampai wisatawan kita terdampak terhadap adanya karhutla ini. Kita juga jangan sampai membombastis sehingga wisatawan akhirnya takut mengunjungi daerah kita,” ujarnya, Selasa (1/9/26).
Ia menegaskan, langkah yang lebih penting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat maupun wisatawan mengenai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan, khususnya ketika terjadi gangguan akibat asap maupun kondisi lingkungan lainnya.
“Namun yang perlu kita lakukan ialah melakukan edukasi terhadap masyarakat atau wisatawan agar tetap selalu menjaga kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan Bimtek Mitigasi Bencana digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pengelola wisata terhadap berbagai potensi bencana.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman untuk mengenali ancaman serta melakukan langkah-langkah dalam meminimalkan risiko yang mungkin terjadi di kawasan wisata.
“Kita harapkan dengan Bimtek ini para pengelola wisata sudah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana,” ungkap Yudha. (ADV)
Penulis: Muhammae Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





