TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu sektor strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pengembangan jagung tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendapatan petani dan mendorong kemandirian ekonomi di tingkat kampung.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan budidaya jagung kini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor agribisnis berbasis potensi lokal. Optimalisasi lahan pertanian dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok tani, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman.
“Pemkab Berau berkomitmen penuh mendampingi para petani agar produksi jagung ini bernilai ekonomis tinggi, memperkuat pendapatan keluarga tani, serta mendorong kemandirian ekonomi kampung secara berkelanjutan,” ujar Gamalis.
Dorongan terhadap sektor jagung turut terlihat dari perkembangan luas tanam yang terus diperluas. Pada 2024, luas tanam jagung di Kabupaten Berau tercatat mencapai 10.950 hektare dengan produksi jagung pipilan kering sebesar 3.960 ton.
Tren tersebut kembali berlanjut pada 2025 dengan meningkatnya luas panen. Namun, memasuki pertengahan hingga Agustus 2026, petani menghadapi tantangan serius akibat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko puso, khususnya pada lahan pertanian yang berada jauh dari sumber air, sehingga berpotensi menekan produktivitas jagung di lapangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, menyebut Kecamatan Talisayan masih menjadi salah satu sentra utama produksi jagung di Kabupaten Berau.
Kontribusi produksi dari wilayah tersebut mencapai sekitar 71 persen dari total produksi jagung Berau, dengan sentra utama berada di Kampung Purna Sari Jaya dan Kampung Eka Sapta.
Selain Talisayan, produksi jagung juga ditopang sejumlah wilayah lainnya. Di antaranya Kampung Tasuk, Kecamatan Teluk Bayur, kelompok tani Makassang Makmur dan Duri Jaya II di Kecamatan Gunung Tabur, serta Kampung Bangun di Kecamatan Sambaliung.
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya di 11 kecamatan juga terus mendapatkan dukungan berupa bantuan benih secara berkala untuk menjaga keberlanjutan produksi.
“Kami terus mengintervensi pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, serta modernisasi sarana pascapanen bagi kelompok tani agar produktivitas jagung di setiap kampung sentra tetap terjaga secara maksimal,” pungkas Lita Handini. (ADV)
Editor: Dedy Warseto




