TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat langkah perlindungan lahan pertanian di tengah tingginya potensi alih fungsi kawasan produktif. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan di masa mendatang.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan keberadaan lahan pertanian harus tetap dipertahankan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Menurutnya, petani memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.
“Kami terus mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar lahan pertanian tidak mudah dialihkan ke fungsi lain. Kalau memang itu lahan sawah, maka harus tetap dijaga dan dimanfaatkan sebagai sawah,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan ketahanan pangan. Peran petani menjadi salah satu faktor utama, terutama karena Berau memiliki peluang besar untuk ikut mendukung kebutuhan pangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Petani kita memiliki peran yang sangat strategis. Ke depan kebutuhan pangan tentu akan semakin besar, sehingga Berau harus mempersiapkan diri. Kami berharap para petani dapat terus mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahannya,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Sri Juniarsih memastikan Pemkab Berau akan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui bantuan sarana produksi dan peralatan.
“Pemerintah akan terus berupaya membantu petani. Baik melalui penyediaan benih, pupuk maupun alat dan mesin pertanian. Dukungan ini akan terus kami maksimalkan agar para petani semakin mudah meningkatkan hasil produksinya,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, alih fungsi lahan basah dan kering pada periode 2017 hingga 2023 tercatat mencapai 71,11 persen atau sekitar 5.065 hektare.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Berau mengambil langkah perlindungan melalui Peraturan Bupati Nomor 02 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Melalui kebijakan tersebut, sekitar 2.311,1 hektare lahan eksisting di delapan kecamatan telah ditetapkan sebagai kawasan pertanian pangan berkelanjutan. Pemerintah juga menyiapkan lahan cadangan seluas 8.609,61 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan penetapan LP2B menjadi salah satu instrumen penting untuk mengendalikan berkurangnya kawasan pertanian produktif.
“Lahan-lahan yang sudah masuk dalam kawasan LP2B menjadi perhatian kami untuk terus dipertahankan. Tujuannya jelas, agar Berau tetap memiliki lahan yang cukup untuk mendukung produksi pangan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain melindungi lahan yang telah ada, Pemkab Berau juga menjalankan Program Cetak Sawah Rakyat dan Gerakan Tanam Padi (Gertam). Pada 2026, pemerintah menargetkan pembukaan sekitar 2.000 hektare lahan sawah baru melalui sinergi bersama Kementerian Pertanian dan TNI.
Program tersebut telah mulai direalisasikan di sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Labanan Jaya seluas 16 hektare, Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar seluas 70 hektare, serta Merancang seluas 23 hektare.
“Pembukaan sawah baru ini menjadi langkah untuk menambah kapasitas lahan produksi kita. Namun, tidak hanya menambah luasan, kami juga ingin pertanian yang dikembangkan semakin modern dan mampu menghasilkan produktivitas yang lebih baik,” jelas Lita.
Menurutnya, pengembangan pertanian modern dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan drone untuk membantu kegiatan pertanian.
“Kami terus mendorong pemanfaatan teknologi agar proses pertanian lebih efektif dan efisien. Selain itu, petani juga mendapatkan dukungan berupa benih unggul, pupuk serta alat dan mesin pertanian untuk menunjang kegiatan mereka,” katanya.
Lita menambahkan, perlindungan lahan yang telah ada dan pembukaan kawasan pertanian baru harus berjalan secara beriringan. Lahan yang produktif harus dijaga, sementara kebutuhan lahan juga terus kita tambah melalui program cetak sawah.
“Dua langkah ini, kami berharap ketersediaan lahan pertanian di Berau dapat tetap terjaga dan produksi pangan terus meningkat,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





