TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
Salah satunya melalui dukungan PT Berau Coal bersama sejumlah mitra kerja berupa dana operasional sebesar Rp120 juta untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai tindak lanjut pertemuan Pemkab Berau bersama unsur perusahaan dan mitra usaha dalam membahas penanganan karhutla yang berlangsung pada 18 Agustus 2026.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT Berau Coal bersama mitra kerjanya.
Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan operasional personel yang saat ini aktif melakukan penanganan karhutla di berbagai wilayah.
“Bantuan ini sebesar Rp120 juta dan akan digunakan untuk operasional rekan-rekan karhutla yang bertugas di lapangan,” ungkap Sri Juniarsih.
Ia menegaskan, dukungan dari dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah daerah menghadapi ancaman karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
Pemkab Berau, kata dia, juga akan terus berkoordinasi dengan perusahaan maupun pihak terkait apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dukungan tambahan untuk penanganan kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Berau Coal beserta rekan-rekan perusahaan lainnya. Ketika kami membutuhkan bantuan, kami berharap semuanya siap untuk bersama-sama mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Berau Masyhadi Muhdi mengatakan, dukungan dari unsur swasta telah mulai disalurkan, baik melalui Posko Induk maupun posko-posko penanganan yang berada di kecamatan.
Ia menyebut, bantuan tersebut sangat membantu operasional tim di lapangan. Saat ini, personel penanganan karhutla dapat melakukan pekerjaan di sekitar lima hingga delapan titik setiap harinya.

“Ini sangat membantu bagi kami dalam operasional penanggulangan karhutla yang kita lakukan setiap hari. Teman-teman di lapangan berjibaku untuk melakukan penanggulangan,” jelas Masyhadi.
Ia menuturkan bahwa, dukungan perusahaan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar kendaraan serta konsumsi bagi personel yang bertugas di lapangan.
“Bantuan dari perusahaan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk kendaraan operasional yang difungsikan, baik untuk BBM maupun makan minum teman-teman di lapangan,” ujarnya.
Dari pihak perusahaan, Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal Andi Henry Achmad menjelaskan, bantuan Rp120 juta tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Berau Coal bersama sejumlah mitra kerja yang sejak awal berkomitmen mendukung penanganan karhutla di Kabupaten Berau.
Dikatakannya, mitra yang turut berpartisipasi di antaranya PT Pamapersada Nusantara, PT Asian Bulk Logistik, PT Madhani Talatah Nusantara, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Fajar Anugrah Dinamika, PT Kaltim Diamond Coal, dan PT Bumi Artlantis Raya.
Andi mengakui, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan sekaligus upaya membantu pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Ini bagian dari aktualisasi pilar PPM CSR kita yang kami harap dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan ini, harapannya penanganan karhutla bisa optimal sehingga bisa tertangani dan masyarakat tidak terdampak,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan PT Berau Coal dan mitra kerja tidak hanya dalam bentuk dukungan dana. Sebelumnya, perusahaan juga telah memberikan dukungan berupa personel, unit operasional, serta logistik dalam bentuk barang untuk membantu proses pemadaman dan penanganan karhutla.
Selain dukungan langsung di lapangan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan memasang dan menyebarkan spanduk imbauan terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Andi menambahkan, rangkaian dukungan tersebut merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan dalam merespons kondisi kebencanaan di wilayah operasionalnya.
“Dalam kondisi karhutla yang terjadi saat ini, kolaborasi ini menjadi langkah cepat kami untuk membantu pemerintah daerah,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




