TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) memperkuat upaya penanganan sampah di Pulau Maratua dengan melibatkan pemerintah kampung dan pengelola resor.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menyiasati keterbatasan tenaga kebersihan yang dimiliki pemerintah daerah. Saat ini, DLHK Berau baru menempatkan 11 personel kebersihan di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maratua.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan jumlah tersebut masih belum ideal untuk menangani persoalan kebersihan di seluruh wilayah Maratua.
“Apalagi kita sekarang belum ada lagi penambahan personel. Maka kolaborasi dengan kampung dan resor ini kita coba bangun dulu,” ujarnya.
Melalui sistem gotong royong, masing-masing pihak akan memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. DLHK akan mengoptimalkan 11 personel UPT Maratua sebagai penggerak utama kegiatan kebersihan di lapangan.
Sementara itu, pengelola resor diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan di area properti masing-masing, tetapi juga memperluas cakupan pembersihan hingga lingkungan sekitar.
Adapun pemerintah kampung diharapkan berperan sebagai koordinator masyarakat untuk mendorong keterlibatan warga sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami memang belum bisa menambah jumlah personel. Karena itu, kami harap pemerintah kampung bisa ikut serta berperan, bersama pengelola resor untuk jaga kebersihan di sana bersama,” kata Zulkifli.
Menurutnya, kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Maratua. Lingkungan yang bersih dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus mempertahankan daya tarik destinasi wisata tersebut.
DLHK Berau berharap pola gotong royong ini tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kebersihan, tetapi juga membangun kesadaran dan rasa memiliki bersama terhadap lingkungan Pulau Maratua.
Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata, kebersihan Maratua diharapkan dapat dijaga secara berkelanjutan sehingga tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Berau. (ADV)
Editor: Dedy Warseto




