BIDUK-BIDUK, PORTALBERAU– Pemanfaatan hasil perikanan tidak hanya dilakukan melalui penjualan ikan dalam bentuk segar. Melalui pengolahan yang tepat, ikan lokal juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dengan nilai tambah.
Hal inilah yang diperkenalkan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada masyarakat Kampung Biduk-Biduk melalui kegiatan “Diversifikasi Produk Olahan Ikan Lokal melalui Pembuatan Odeng/Fish Cake sebagai Upaya Pengembangan Sektor Perikanan di Desa Pesisir” beberapa waktu lalu.
Husain Akmal Wiguna, selaku pemimpin kegiatan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di RT 04 Kampung Biduk-Biduk, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tersebut diikuti sekitar 15 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, UP2K, dan pelaku UMKM.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan diversifikasi produk perikanan dengan memanfaatkan ikan lokal yang memiliki nilai ekonomis relatif rendah. Dalam praktiknya, mahasiswa menggunakan ikan bulan-bulan sebagai bahan baku pembuatan odeng.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai diversifikasi produk olahan ikan serta
potensi pemanfaatan ikan lokal sebagai bahan baku. Peserta kemudian mengikuti demonstrasi
pembuatan odeng sebelum mempraktikkannya secara langsung.
“Tahapan pengolahan dilakukan mulai dari persiapan bahan baku, penghalusan daging ikan, pencampuran bahan, pembentukan adonan, hingga proses pemasakan.,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi,
tetapi turut terlibat dalam proses pengolahan. Setelah selesai dimasak, odeng yang dibuat
kemudian dicicipi bersama.
Melalui praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana ikan yang sebelumnya memiliki nilai ekonomis relatif rendah dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih beragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha.
Selain proses pengolahan, peserta juga diperkenalkan dengan pengemasan menggunakan metode vakum. Mahasiswa memberikan demonstrasi penggunaan alat vakum sebagai salah satu alternatif pengemasan produk olahan ikan.
Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pengemasan yang sesuai untuk mendukung penyimpanan dan pemasaran produk.
Ketua UP2K, Ibu Arbaiyah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN.
“Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi ibu-ibu tentang cara mengolah ikan menjadi
produk yang berbeda. Harapannya, ilmu yang diberikan tidak hanya berhenti di kegiatan ini, tetapi bisa dicoba kembali di rumah dan dikembangkan menjadi usaha,” ujar Ibu Arbaiyah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap keterampilan yang diperoleh peserta
dapat terus diterapkan setelah program KKN selesai. Pemanfaatan ikan lokal melalui diversifikasi produk diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam membuka peluang pengembangan usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan di Kampung Biduk-Biduk.
Penulis: Husain Akmal Wiguna
Editor: Dedy Warseto





