BALIKPAPAN, PORTALBERAU – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Dahor II, Kecamatan Balikpapan Barat, Kalimantan Timur, Kamis (20/8/2026) pagi.
Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah rumah warga. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya delapan rumah di bagian depan kawasan terdampak, sementara jumlah keseluruhan bangunan yang terbakar diperkirakan lebih dari 10 unit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.30 Wita.
”Terima informasi kurang lebih jam 9.30 bahwa terjadi kebakaran di daerah RT 48, 49, daerah Jalan Dahor II, Balikpapan Barat,” kata Usman saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Usman, kondisi permukiman yang padat membuat api cepat merambat. Sebagian bangunan juga terbuat dari material kayu sehingga api dengan mudah membesar.
”Kebakaran ini cukup besar karena daerah padat. Rumah berasal dari banyak permanen, dari kayu,” ujarnya.
Hingga proses pendinginan berlangsung, petugas belum dapat memastikan jumlah keseluruhan rumah yang terbakar. Pasalnya, sejumlah bangunan di bagian belakang kawasan masih sulit dimasuki karena kondisi lokasi belum sepenuhnya aman.
”Informasi yang terdata di depan ada delapan, yang di belakang ini kita belum bisa memasuki ke dalam karena memang situasinya masih pendinginan,” kata Usman.
Dengan mempertimbangkan bangunan di bagian belakang yang belum dapat diperiksa, BPBD memperkirakan jumlah rumah terdampak mencapai lebih dari 10 unit.
”Ya, diperkirakan mungkin ada 10 lebih,” ujarnya.
Usman menjelaskan, petugas berhasil menguasai kobaran api sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dimulai. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya akses menuju lokasi yang sangat sempit karena titik kebakaran berada di tengah permukiman padat.
”Kesulitan yang dihadapi yang pertama memang lokasi ada di tengah, gang sangat kecil, lebih satu meteran saja,” kata Usman.
Sempitnya akses membuat armada pemadam kebakaran tidak dapat mendekati titik api secara leluasa. Di sisi lain, sejumlah warga juga masih berupaya menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka saat proses pemadaman berlangsung.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBD Balikpapan mengerahkan sekitar 15 unit armada dari enam sektor dan dua pos. Penanganan juga mendapat dukungan dari sejumlah unsur lainnya, termasuk Brimob serta unit pemadam kebakaran milik perusahaan.
Keterlibatan armada lintas instansi menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan permukiman padat.
Akses yang terbatas membuat petugas harus bekerja dari sejumlah titik untuk memastikan kobaran api tidak meluas ke bangunan lainnya.
Sementara itu, seorang warga bernama Rani menuturkan, kobaran api pertama kali terlihat ketika dirinya baru bangun tidur. Saat itu, api sudah membesar dari salah satu rumah di bagian ujung permukiman.
”Api itu sudah besar, tapi rumah yang paling ujung pertama. Rumahnya namanya Rumah Niskar,” ujar Rani.
Menurut Rani, api dengan cepat membesar karena rumah yang pertama terbakar terbuat dari kayu.
Kondisi permukiman yang sebagian besar dihuni pekerja juga membuat sejumlah rumah dalam keadaan kosong pada pagi hari.
”Langsung besar sekali karena rumah itu rumah kayu. Rumah di sini rata-rata rumah kayu,” katanya.
Rani juga mengaku tidak mendengar suara ledakan sebelum kebakaran terjadi. Ia menyebut tidak ada pemadaman listrik sebelum api muncul. Warga baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan dan melihat kobaran api yang semakin membesar.
Hingga proses pendinginan berlangsung, BPBD belum menerima informasi mengenai adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Usman mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah kondisi lokasi dinyatakan aman.
”Untuk saat ini informasi belum ada. Nanti kita akan memeriksa setelah pendinginan selesai,” ujarnya.
Kebakaran di kawasan permukiman padat bukan kali pertama menjadi tantangan bagi petugas pemadam di Balikpapan. Bangunan yang berdempetan serta akses gang yang sempit kerap menjadi kendala dalam proses penanganan ketika kebakaran terjadi.
Petugas kini masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan seluruh titik api telah padam serta mendata secara keseluruhan bangunan yang terdampak. (*/)
Editor: Dedy Warseto





