TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau kembali menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Kebakaran yang terjadi di RT 7, Jalan Poros Gurimbang–Sukan, Kecamatan Sambaliung, Selasa (18/8/2026), mendapat respons cepat dari tim gabungan, termasuk Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.40 WITA. Mendapat informasi tersebut, satu tim personel ERG PT Berau Coal langsung dikerahkan ke lokasi dengan membawa sejumlah unit pendukung untuk membantu proses pemadaman.
Emergency Response & Safety Services Department Head PT Berau Coal, Andi Henry Achmad, mengatakan keterlibatan ERG merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di Kabupaten Berau.
“Partisipasi ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla yang terjadi di Kabupaten Berau,” ungkap Andi.
Menurut Andi, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan koordinasi antara pemerintah, perusahaan, aparat, maupun masyarakat agar kebakaran dapat ditangani dengan cepat sekaligus mencegah meluasnya dampak.
“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Untuk itu, PT Berau Coal juga turut berpartisipasi dalam sinergi dan koordinasi yang dilakukan bersama pemerintah,” katanya.
Lanjutnya, selain terlibat dalam penanganan kejadian karhutla, Andi menyebut PT Berau Coal juga secara aktif melakukan langkah pencegahan melalui patroli dan pemantauan titik-titik hotspot, khususnya di dalam maupun sekitar area operasional perusahaan.
“Selain itu, kami juga patroli dan melakukan pemadaman pada titik-titik hotspot yang berada di area dan sekitar area operasional perusahaan untuk mencegah terjadi karhutla. Ini bentuk dukungan yang sudah kami jalankan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan, Konservasi, dan Pemberdayaan Masyarakat KPHP Berau Tengah, Ahmad Sunaeni, mengatakan penyebab kebakaran di lokasi tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti.
Ia menyebut, berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare.
“Penyebab kebakaran ini belum kita ketahui secara pasti. Luas lahan yang terbakar sekitar 1,5 hektare,” terangnya.
Dirinya menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.40 WITA dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WITA. Dalam proses pemadaman, tim sempat menghadapi kendala kondisi medan yang berbukit.
KPHP Berau Tengah sendiri mengerahkan enam personel untuk membantu penanganan kebakaran tersebut.
Ahmad juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadi karhutla. Ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tidak diperbolehkan dan dapat berujung pada sanksi.
“Terkait kondisi karhutla yang rawan terjadi, imbauan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah disampaikan, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar karena dapat dikenakan sanksi,” tegasnya.
Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah, mengapresiasi respons cepat berbagai pihak dalam menangani kebakaran tersebut. Menurutnya, penanganan di lapangan melibatkan KPHP Berau Tengah, PT Berau Coal, Koramil 0902-05 Sambaliung, serta Karang Taruna Kampung Gurimbang.
“Alhamdulillah, teman-teman dari Berau Coal juga ikut membantu masyarakat bersama KPHP, Koramil, dan Karang Taruna,” ujarnya.
Juliansyah menambahkan, pemerintah kampung juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan melalui berbagai kesempatan, termasuk dengan meneruskan surat edaran dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kami juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat, termasuk surat edaran dari Bupati, Polsek, dan Camat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Harapannya, masyarakat semakin sadar untuk menjaga lingkungan, terutama di musim rawan kebakaran,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PT Berau Coal yang turut memberikan dukungan dalam penanganan karhutla di wilayah Kampung Gurimbang.
“Kami juga berterima kasih kepada PT Berau Coal yang tanggap membantu masyarakat, termasuk dalam situasi seperti ini,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





