BALIKPAPAN, PORTALBERAU — PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan Sistem Interkoneksi Kalimantan dengan mengoptimalkan sejumlah pembangkit yang menjadi penopang pasokan listrik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah PLTU Kaltim Teluk.
Langkah penguatan tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Unit 2 PLTU Kaltim Teluk kini telah kembali beroperasi setelah proses penanganan selesai dan kembali memberikan kontribusi terhadap sistem kelistrikan Kalimantan.
Sementara itu, PLN masih melakukan pemeliharaan besar atau major maintenance pada Unit 1. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangkit berada dalam kondisi optimal sebelum kembali dioperasikan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Meiryandi, mengatakan kembalinya Unit 2 menjadi tambahan positif bagi penguatan pasokan listrik.
“Beroperasinya kembali Unit 2 memberikan dukungan tambahan bagi sistem kelistrikan Kalimantan. Pada saat bersamaan, kami juga mempercepat pekerjaan pada Unit 1 supaya dapat kembali beroperasi dengan kondisi yang benar-benar siap,” ungkapnya.
Menurutnya, proses pemeliharaan Unit 1 tidak hanya berfokus pada perbaikan komponen, tetapi juga mencakup pemeriksaan teknis dan serangkaian pengujian sebelum pembangkit kembali masuk dalam sistem.
PLN Nusantara Power selaku operator PLTU Kaltim Teluk juga mengerahkan personel, tenaga ahli, peralatan, serta berbagai sumber daya pendukung untuk mempercepat pekerjaan tersebut. Meski demikian, percepatan tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja.
“Jadi setiap tahapan harus dipastikan selesai sesuai standar sehingga ketika unit kembali masuk sistem, kondisinya benar-benar siap untuk mendukung kebutuhan listrik,” ujarnya.
PLN menargetkan pemeliharaan Unit 1 dapat rampung pada akhir Oktober 2026. Namun, target tersebut tetap menyesuaikan hasil pemeriksaan serta kondisi aktual yang ditemukan selama proses pemeliharaan berlangsung.
Ia menjelaskan, PLTU Kaltim Teluk merupakan salah satu pembangkit yang memiliki peran dalam menopang kapasitas Sistem Interkoneksi Kalimantan. Karena itu, kesiapan setiap unit menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dengan kebutuhan listrik.
“Penguatan sistem tidak hanya mengandalkan satu pembangkit. Seluruh sumber daya kelistrikan harus dioptimalkan, termasuk memastikan unit-unit pembangkit yang menjalani pemeliharaan bisa kembali dalam kondisi terbaik,” jelasnya.
Selain mempercepat pemulihan pembangkit, PLN juga terus melakukan koordinasi dan pengaturan operasi pembangkit sesuai kondisi sistem. Langkah tersebut mencakup optimalisasi pembangkit yang tersedia, pemulihan unit, hingga pemeliharaan untuk menjaga keandalan pasokan.
“Setiap unit pembangkit memiliki kontribusi, sehingga memastikan seluruhnya siap beroperasi menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto




