TELUK BAYUR, PORTALBERAU – Pemkab Berau memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca panas yang dipengaruhi fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.
Ditemui usai melihat langsung lokasi di salah titik karhutla di Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk menghadapi kondisi tersebut. Bahkan, peninjauan langsung ke sejumlah lokasi karhutla menunjukkan masih terdapat banyak titik api yang membakar lahan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri menyikapi panas El Nino. Kemudian dari agenda ke lokasi karhutla memang benar banyak titik-titik api yang membakar lahan,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk mempercepat penanganan, unit pemadam kebakaran telah disiagakan di setiap kecamatan. Namun, Bupati mengakui jumlah armada dan sumber daya manusia yang tersedia masih belum sebanding dengan luas serta banyaknya titik kebakaran.
Saat ini, dengan dukungan dari berbagai pihak, diperkirakan terdapat sekitar 50 unit mobil pemadam yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
Sri Juniarsih menyampaikan, hasil peninjauan langsung di titik karhutla Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan dan segera mengambil tindakan ketika terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.
“Khususnya kecamatan yang memiliki luasan hutan yang luas, saya minta agar seluruh pihak bisa bersiaga dan melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla,” tegasnya.
Menurutnya, proses pemadaman saat ini memang menghadapi tantangan cukup berat. Keterbatasan armada dan personel membuat petugas harus melakukan penanganan secara bertahap, terutama untuk mencegah api semakin meluas.
“Proses pemadaman karhutla saya akui memang mengalami kesulitan untuk mengakomodir semua karhutla yang terjadi dengan unit dan SDM yang sudah tersedia ini,” katanya.
Ia menyebut, Pemkab Berau juga akan melibatkan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut dalam penanganan karhutla. Sri Juniarsih mengatakan, pemerintah daerah akan mengundang perwakilan perusahaan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas dukungan dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Secepatnya, lebih tepatnya nanti malam kami akan mengundang perwakilan dari seluruh perusahaan bersama Forkopimda di Kantor Bupati untuk mengajak mereka berkontribusi dalam rangka penanganan karhutla yang saat ini menimpa Kabupaten Berau,” jelasnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan mengingat Berau memiliki kawasan hutan yang luas dan menjadi salah satu daerah dengan risiko karhutla tinggi pada musim kemarau yang dipengaruhi El Nino.
“Berau, Kalimantan Timur, memiliki titik kebakaran yang banyak. Dengan kawasan hutan yang luas, Berau memiliki risiko lebih besar terjadi karhutla di musim El Nino tahun 2026 ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Sri mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca panas dan kering saat ini dinilai dapat membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
“Saya juga berpesan kepada masyarakat Berau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Cuaca saat ini berdampak sangat besar untuk meluasnya kebakaran hutan,” pesannya.
Selain mengandalkan upaya pemadaman di lapangan, Pemkab Berau juga mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun. Salat istisqa akan dilaksanakan di Masjid Agung Baitul Hikmah sebagai ikhtiar bersama menghadapi kondisi kekeringan dan karhutla.
“Besok hari kita juga akan melakukan salat istisqa di Masjid Agung Baitul Hikmah untuk bersama-sama berdoa agar segera diturunkan hujan untuk menekan karhutla yang menimpa Kabupaten Berau,” tutur Sri.
Diakui Sri, kemampuan armada dan personel yang tersedia saat ini lebih banyak difokuskan untuk meminimalisir serta mencegah api meluas. Karena itu, hujan sangat diharapkan dapat membantu proses pemadaman di berbagai lokasi.
“Mengingat unit damkar dan SDM kita yang ada saat ini hanya melakukan tindakan meminimalisir meluasnya karhutla. Dengan turunnya hujan kita harapkan bisa mengatasi semua ini,” katanya.
Sri pun mengajak seluruh masyarakat Berau untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan kondisi karhutla dapat segera terkendali.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat berdoa agar bisa segera turun hujan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





