TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau memastikan komitmennya dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak berhenti pada pemerataan akses.
Setelah berhasil merealisasikan program Satu Kampung Satu PAUD, perhatian kini diarahkan pada peningkatan kualitas layanan melalui pengawasan yang lebih optimal di setiap wilayah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026, Rabu (5/8).
Dalam kesempatan itu, ia meminta para istri camat yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD kecamatan agar aktif mengawasi perkembangan lembaga PAUD di wilayah masing-masing.
Menurut Sri, peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus mampu memastikan seluruh layanan pendidikan anak usia dini berjalan dengan baik serta menjangkau seluruh anak yang membutuhkan.
“Saya minta Ibu Camat sebagai Bunda PAUD di kecamatan ikut mengawasi keberadaan PAUD di wilayahnya. Pastikan layanan berjalan baik dan anak-anak mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Berau saat ini telah memiliki 236 satuan PAUD yang tersebar di 13 kecamatan. Keberadaan lembaga tersebut telah melayani lebih dari 8.000 anak melalui berbagai bentuk layanan pendidikan usia dini.
Sri menilai capaian tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi emas Berau. Namun, menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi sekadar menambah jumlah lembaga PAUD, melainkan memastikan kualitas pembelajaran, pengasuhan, serta pemenuhan hak anak terus meningkat.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Karena itu kualitasnya harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.
Dirinya juga mengajak seluruh jajaran Bunda PAUD, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung, untuk menjadi motor penggerak dalam menyukseskan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang kini memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki Sekolah Dasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan target Program Satu Kampung Satu PAUD telah tercapai. Bahkan, di sejumlah kampung jumlah satuan PAUD sudah melebihi target awal.
“Program satu kampung satu PAUD sudah terpenuhi, bahkan ada kampung yang memiliki dua, tiga, empat hingga lima satuan PAUD. Jadi dari sisi ketersediaan layanan sudah lebih dari target,” jelasnya.
Ia menerangkan, seluruh lembaga PAUD yang beroperasi telah melalui proses perizinan sesuai ketentuan dan tercatat dalam sistem perizinan berbasis elektronik. Selain itu, satuan PAUD yang telah memenuhi persyaratan juga memperoleh dukungan pendanaan operasional.
Menurut Mardiatul, Dinas Pendidikan secara rutin melaksanakan monitoring ke kecamatan untuk memastikan penyelenggaraan PAUD berjalan sesuai standar, termasuk pembinaan administrasi dan tata kelola lembaga.
“Monitoring terus kami lakukan, baik terhadap administrasi maupun pelaksanaan layanan pendidikan di lapangan. Evaluasi juga terus dilakukan agar kualitas PAUD semakin baik,” katanya.
Ia menjelaskan, layanan PAUD di Berau terdiri atas beberapa kategori, seperti Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Taman Kanak-kanak (TK), yang disesuaikan dengan kelompok usia anak.
Seiring diterapkannya kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, Dinas Pendidikan juga terus menggencarkan sosialisasi agar semakin banyak orang tua menyekolahkan anaknya ke PAUD sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.
“Kami ingin memastikan anak-anak memiliki kesiapan belajar yang baik sebelum masuk SD. Karena itu dukungan Bunda PAUD sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





