TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Program Perjalanan Religi dan Rohani Gratis bagi marbot masjid dan penjaga rumah ibadah yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalami penyesuaian signifikan pada 2026.
Dampak efisiensi anggaran membuat kuota penerima manfaat turun drastis dari sekitar 870 orang pada tahun sebelumnya menjadi hanya 14 orang pada tahun ini.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, membenarkan bahwa pengurangan kuota tersebut tidak lepas dari kebijakan efisiensi belanja daerah yang diterapkan pemerintah.
“Kemarin ada pengurangan karena memang terjadi efisiensi. Jadi memang terjadi pengurangan. Nanti kalau di perubahan, mudah-mudahan ada penambahannya,” ujar Dasmiah.
Meski demikian, ia memastikan Pemprov Kaltim belum menyerah untuk memperjuangkan program tersebut. Menurutnya, usulan penambahan anggaran masih terus diupayakan agar dapat dibahas dalam APBD Perubahan 2026.
Saat ditanya apakah masih ada peluang penambahan kuota, Dasmiah menjawab masih adanya potensi penambahan kuota.
“Masih potensi,” singkatnya.
Ia menjelaskan, Biro Kesra berharap kondisi keuangan daerah pada APBD Perubahan dapat memberikan ruang fiskal sehingga jumlah peserta perjalanan religi gratis bisa bertambah. Dengan demikian, lebih banyak marbot dan penjaga rumah ibadah yang memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.
Sebelumnya, Dasmiah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan agar kuota perjalanan religi gratis setidaknya dapat mencapai separuh dari jumlah penerima pada tahun sebelumnya. Namun, realisasinya masih bergantung pada kemampuan anggaran daerah dalam pembahasan APBD Perubahan.
Program perjalanan religi gratis merupakan salah satu bentuk apresiasi Pemprov Kaltim kepada marbot dan penjaga rumah ibadah atas pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kendati jumlah penerima tahun ini menurun tajam akibat efisiensi, pemerintah menegaskan program tersebut tidak dihentikan,” bebernya.
Pemprov Kaltim berharap pembahasan APBD Perubahan nantinya dapat menghasilkan tambahan anggaran sehingga kuota penerima manfaat kembali meningkat.
“Tapi untuk program-program Gratispol lainnya seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan bantuan seragam sekolah tetap menjadi prioritas pemerintah untuk direalisasikan sesuai kemampuan fiskal daerah,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





