TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pelatihan barbershop yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata.
Para peserta juga akan dibekali peralatan kerja agar memiliki bekal untuk membuka usaha maupun bergabung dengan barbershop yang sudah beroperasi.
Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengatakan program pelatihan barber merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki keterampilan siap pakai, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor jasa.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap pelatihan tersebut cukup tinggi. Namun, jumlah peserta masih harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Program pelatihan barber ini memang menjadi salah satu kegiatan kami di bidang pelatihan. Sebenarnya peminatnya cukup banyak, tetapi karena keterbatasan anggaran, tahun ini pesertanya sekitar 23 orang,” ungkapnya.
Anang menjelaskan, seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan telah memasuki tahap praktik. Agar kemampuan mereka semakin terasah, Disnakertrans membawa peserta langsung memberikan layanan potong rambut gratis kepada masyarakat di sejumlah instansi pemerintah.
“Peserta sudah praktik. Bahkan saya sendiri sempat menjadi model percobaannya. Setelah itu mereka kami ajak memberikan pelayanan langsung di beberapa instansi. Hari ini di lingkungan Kantor Bupati, sebelumnya di BPKAD dan kantor Disnakertrans. Masyarakat yang mengurus administrasi, seperti kartu kuning, juga bisa sekalian potong rambut gratis,” bebernya.
Tidak hanya itu, praktik lapangan juga akan diperluas ke sekolah-sekolah agar para peserta memperoleh pengalaman lebih banyak sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
“Kami ingin menambah jam terbang mereka. Semakin sering praktik langsung, semakin percaya diri dan semakin baik hasil pekerjaannya,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Disnakertrans Berau juga akan menyerahkan seperangkat peralatan barber kepada setiap peserta setelah pelatihan selesai.
“Jadi bukan hanya keterampilannya yang kami tingkatkan, tetapi mereka juga kami bantu dengan perangkat dasar seperti mesin cukur, gunting, dan perlengkapan lainnya. Harapannya mereka sudah punya modal awal untuk mulai bekerja,” ucap Anang.
Ia berharap para lulusan pelatihan mampu mandiri membuka usaha sendiri. Namun apabila belum memiliki modal untuk menyewa tempat, mereka tetap memiliki peluang bekerja di barbershop yang telah beroperasi.
“Minimal mereka bisa bergabung dengan barbershop yang sudah ada. Tetapi harapan kami tentu mereka bisa mandiri. Dari hasil diskusi, sebagian besar peserta memang ingin membuka usaha di daerahnya masing-masing karena peluang usaha barber saat ini cukup menjanjikan,” tuturnya.
Peserta pelatihan sendiri berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau. Proses seleksi dilakukan berdasarkan minat masyarakat yang mendaftar, sehingga kesempatan diberikan secara terbuka bagi warga yang ingin memiliki keterampilan baru.
Ke depan, Disnakertrans Berau berharap program tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan anggaran yang lebih besar sehingga mampu menjangkau lebih banyak peserta.
“Kami berharap tahun depan program ini tetap berjalan bahkan bisa menampung lebih banyak peserta. Masih banyak masyarakat, terutama lulusan sekolah yang belum memiliki keterampilan khusus, tetapi memiliki minat menjadi barber. Ini yang ingin terus kami fasilitasi agar mereka memiliki peluang kerja maupun berwirausaha,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





