TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau mendorong pemerintah kampung mulai mengoptimalkan aset yang dimiliki agar mampu menghasilkan pendapatan baru. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi kampung di tengah tren penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK).
Sekretaris Kabupaten Berau, M Said, mengatakan setiap kampung memiliki aset yang berpotensi memberikan nilai ekonomi, baik berupa lahan, bangunan maupun fasilitas lainnya. Namun, hingga kini masih banyak aset yang belum dimanfaatkan secara produktif.
Menurutnya, aset kampung tidak seharusnya hanya menjadi lahan kosong atau fasilitas yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebaliknya, aset tersebut dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kalau memang ada aset kampung yang bisa dimanfaatkan, silakan dioptimalkan. Misalnya lahan yang dapat dikerjasamakan dengan investor melalui mekanisme yang berlaku, sehingga aset itu bisa memberikan pemasukan bagi kampung,” ungkapnya.
Said menjelaskan, kerja sama pemanfaatan aset dilakukan melalui proses penilaian oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Lanjutnya, setelah itu, aset dapat disewakan dalam jangka waktu tertentu kepada investor atau pihak yang membutuhkan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Ia menilai, pemanfaatan aset tidak hanya berdampak pada bertambahnya pendapatan kampung, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah tersebut.
“Kalau lahannya hanya dibiarkan, tentu tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi ketika dimanfaatkan secara produktif, kampung memperoleh pendapatan dan masyarakat juga bisa merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas ekonomi,” katanya.
Menurut Said, optimalisasi aset menjadi salah satu peluang yang harus dimanfaatkan pemerintah kampung untuk memperkuat kemampuan fiskal daerahnya. Terlebih, porsi ADK diperkirakan akan terus menurun sehingga pemerintah kampung dituntut memiliki sumber pendapatan alternatif.
Ia berharap pemerintah kampung mulai memetakan seluruh aset yang dimiliki dan menyusun strategi pemanfaatannya secara profesional agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





