TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat sektor pertanian terus berlanjut. Pada 2026 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mengalokasikan anggaran sebesar Rp80,143 miliar dari APBD untuk melanjutkan pembangunan sekaligus peningkatan jaringan irigasi di berbagai wilayah sentra pertanian.
Program tersebut menyasar 24 titik jaringan irigasi yang tersebar di 20 kampung di Kabupaten Berau. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas petani tetap terjaga.
Dalam kesempatannya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan seluruh paket pekerjaan saat ini masih berada pada tahap persiapan sebelum memasuki pelaksanaan fisik.
“Beberapa kegiatan irigasi tahun ini memang belum mulai dikerjakan di lapangan karena masih berproses di tahapan lelang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan pembangunan jaringan baru, program tahun ini lebih difokuskan pada peningkatan fungsi infrastruktur yang telah ada.
Lanjutnya, sejumlah pekerjaan meliputi normalisasi saluran, rehabilitasi, hingga peningkatan kapasitas jaringan agar distribusi air menjadi lebih optimal.
“Mayoritas kegiatannya berupa normalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan irigasi. Tahun ini belum ada pembukaan daerah irigasi baru karena fokus kami mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia,” jelas Hendra.
Menurutnya, tidak semua lokasi langsung memasuki tahap konstruksi. Beberapa titik masih memerlukan proses perencanaan teknis agar pelaksanaan pekerjaan nantinya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Sebagian lokasi masih dalam tahap penyusunan perencanaan, sehingga prosesnya dilakukan secara bertahap,” katanya.
Hendra menerangkan, anggaran sebesar Rp80,143 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga mencakup seluruh rangkaian pelaksanaan proyek, mulai dari penyusunan perencanaan, pengawasan, hingga pekerjaan peningkatan jaringan irigasi.
Ia menyebut, untuk mempercepat realisasi, DPUPR Berau akan menggunakan dua mekanisme pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku, yakni melalui pengadaan langsung dan tender, menyesuaikan nilai serta jenis pekerjaan masing-masing paket.
“Dengan peningkatan jaringan irigasi tersebut, kita berharap sistem pengairan di kawasan pertanian semakin andal, sehingga mampu mendukung peningkatan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





