SAMARINDA, PORTALBERAU – Pengurus Daerah (PD) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kalimantan Timur sukses menggelar rangkaian Pendidikan Kader Tunas (PKT) dan Musyawarah Daerah (Musda) pada 9–10 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Samarinda itu menjadi momentum memperkuat kaderisasi sekaligus menetapkan kepengurusan baru PD TIDAR Kalimantan Timur periode 2026–2031.
Pendidikan Kader Tunas Tingkat 1, 2, dan 3 diikuti oleh kader dari seluruh Pengurus Cabang (PC) TIDAR se-Kalimantan Timur. Salah satunya PC TIDAR Kabupaten Berau yang mengirimkan 10 kader untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Selama kegiatan, peserta menerima pembekalan dari jajaran Pengurus Pusat (PP) TIDAR mengenai ideologi organisasi, kepemimpinan, komunikasi politik, pengembangan organisasi, hingga peran generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional.
Musda yang digelar pada 10 Juli turut dihadiri Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh kader menjaga soliditas organisasi dan terus memperkuat kaderisasi sebagai bekal mencetak pemimpin muda yang berintegritas.
Proses pemilihan Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur berlangsung secara demokratis. Dua nama sempat muncul sebagai bakal calon, yakni Khomaruzzaman dan Garin. Namun, sebelum pemungutan suara dilaksanakan, Garin memutuskan mengundurkan diri demi menjaga persatuan organisasi.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, forum kemudian menetapkan Khomaruzzaman sebagai Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur periode 2026–2031.
Dewan Pembina PC TIDAR Kabupaten Berau, Sutami, mengapresiasi jalannya Musda yang dinilai berlangsung kondusif dan mencerminkan semangat kekeluargaan. Pihaknya pun mengucapkan selamat kepada Bro Khomaruzzaman atas amanah yang diberikan sebagai Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur.
“Kami berharap kepemimpinan yang baru mampu memperkuat soliditas organisasi, memperluas kaderisasi, serta melahirkan generasi muda yang siap mengabdi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Garin yang memilih mengedepankan kepentingan organisasi.
“Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Musda ini menjadi contoh bahwa perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan tetap menjaga persaudaraan,” tuturnya.
Ditambahkannya bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membesarkan organisasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Sebagai kader yang tumbuh bersama TIDAR, dirinya akan terus berkontribusi untuk PC TIDAR Berau maupun PD TIDAR Kalimantan Timur.
“Ke depan, kami ingin semakin banyak anak muda memahami makna keberadaan TIDAR dan mengajak mereka bergabung agar mampu berkontribusi sebagai pengusul, pengambil, hingga penentu kebijakan di masa depan,” kuncinya.
Berakhirnya Pendidikan Kader Tunas dan Musda 2026, kepengurusan baru PD TIDAR Kalimantan Timur diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota serta meningkatkan peran pemuda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





