TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau tidak hanya sebatas memadamkan kebakaran. Dalam berbagai kondisi darurat, petugas juga menjadi garda terdepan dalam operasi penyelamatan nonkebakaran (rescue), termasuk membantu proses evakuasi korban meninggal dunia.
Hal itu kembali terlihat saat Tim Posko Labanan diterjunkan untuk melakukan evakuasi terhadap seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan kebun milik warga di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (11/7/2026) sore.
Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 16.48 Wita dari Pos Polisi Labanan. Tanpa menunggu lama, personel Disdamkarmat bersama Relawan Kebakaran (Redkar) langsung bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan operasional guna membantu proses evakuasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan setiap laporan kedaruratan yang diterima akan ditindaklanjuti secepat mungkin, termasuk kejadian nonkebakaran yang membutuhkan penanganan dan evakuasi.
“Begitu menerima informasi dari Polpos Labanan, personel kami langsung bergerak menuju lokasi. Fokus utama kami adalah membantu proses evakuasi secara cepat, aman, dan sesuai prosedur dengan tetap berkoordinasi bersama aparat kepolisian,” ujarnya.
Korban diketahui berinisial Abas, warga Jalan Perkutut RT 10, Kampung Labanan Jaya. Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.58 Wita, petugas segera melakukan asesmen sebelum mengevakuasi korban menggunakan kantong jenazah. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans menuju puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.
Dalam operasi tersebut, Disdamkarmat menerjunkan dua personel, termasuk satu anggota Redkar, dengan dukungan satu unit kendaraan operasional Posko Labanan. Proses evakuasi berlangsung lancar dan selanjutnya penanganan kasus diserahkan kepada pihak kepolisian.
Rakhmadi menjelaskan, masyarakat selama ini lebih mengenal Disdamkarmat sebagai instansi pemadam kebakaran. Padahal, tugas institusinya jauh lebih luas, yakni memberikan layanan penyelamatan dalam berbagai situasi darurat.
“Rescue nonkebakaran merupakan salah satu layanan utama kami. Mulai dari evakuasi korban kecelakaan, penyelamatan masyarakat yang membutuhkan pertolongan, penanganan hewan liar yang membahayakan, hingga membantu proses evakuasi jenazah ketika diminta oleh aparat berwenang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kecepatan respons menjadi salah satu kunci dalam setiap penanganan keadaan darurat. Karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara efektif.
“Setiap laporan yang masuk akan kami respons sesuai standar operasional. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan situasi yang membutuhkan bantuan penyelamatan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko yang lebih besar dapat dicegah,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




