TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Proses penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju status geopark nasional memasuki tahapan penting. Tim asesor dijadwalkan mulai melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah geosite di Kabupaten Berau mulai Rabu (8/7/26).
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menjelaskan, tim asesor telah berada di Kalimantan Timur sejak 6 Juli dan lebih dulu menyelesaikan rangkaian penilaian di Kabupaten Kutai Timur sebelum melanjutkan agenda ke Berau.
“Setelah menyelesaikan kegiatan di Kutai Timur, hari ini tim bergerak ke Berau untuk melihat langsung sejumlah geosite yang telah kami siapkan sebagai bagian dari proses evaluasi menuju geopark nasional,” ujarnya.
Selama berada di Berau, tim akan mengunjungi sejumlah kawasan yang tersebar di Kecamatan Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk, dan Biatan. Agenda kemudian berlanjut ke kawasan bersejarah seperti Keraton Sambaliung dan Museum Gunung Tabur sebagai bagian dari penilaian aspek geologi, budaya, hingga keterlibatan masyarakat.
Muhammad Said mengungkapkan, Kabupaten Berau menjadi daerah dengan jumlah geosite terbanyak dalam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Dari total 26 geosite yang tersebar di dua kabupaten, sebanyak 15 berada di Berau, sedangkan sisanya berada di Kutai Timur.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi Berau. Potensi yang kami miliki sangat besar, sehingga harus dibuktikan melalui tata kelola kawasan yang baik dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, geosite yang dimiliki Berau tidak hanya berupa bentang alam karst, tetapi juga kawasan geologi bernilai ilmiah tinggi, termasuk gua-gua di Kepulauan Maratua hingga Goa Beloyot di Kampung Merabu yang selama ini menjadi daya tarik wisata alam.
Meski demikian, keterbatasan waktu membuat seluruh geosite belum dapat dikunjungi. Tim asesor yang terdiri dari tiga orang hanya akan melakukan peninjauan pada lokasi-lokasi prioritas, khususnya di kawasan pesisir sebelum melanjutkan agenda ke wilayah perkotaan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Berau telah melakukan berbagai persiapan agar proses penilaian berjalan optimal. Simulasi kunjungan bahkan telah dilaksanakan sebanyak dua kali dengan melibatkan badan pengelola geopark, pemerintah kecamatan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga masyarakat setempat.
“Kami ingin tim asesor melihat bahwa kesiapan Berau bukan hanya dari sisi potensi alam, tetapi juga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan mengembangkan kawasan geopark. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




