• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
11AguGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Ampik Salayang: Dari Selembar Kain Pusaka Menjadi Busana Pengantin Kesultanan Sambaliung

admin by admin
3 Juli 2026
in Berau
0
Ampik Salayang: Dari Selembar Kain Pusaka Menjadi Busana Pengantin Kesultanan Sambaliung

PORTALBERAU– Busana adat pengantin Keraton Kesultanan Sambaliung yang dikenal dengan nama Ampik Salayang merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat dalam tradisi Kesultanan Sambaliung.

Berdasarkan tradisi lisan yang berkembang di lingkungan keraton, asal-usul busana ini berkaitan erat dengan peristiwa pernikahan putri Sultan Sambaliung pada masa pemerintahan Sultan Salehuddin, Sultan ke-5 Kesultanan Sambaliung yang memerintah sekitar tahun 1863–1869.

Dikisahkan bahwa ketika Sultan Salehuddin hendak melangsungkan pernikahan putrinya yang bernama Pangian Bungsu, saat itu belum tersedia busana pengantin yang sesuai dengan adat dan kehormatan keluarga kesultanan.

Dalam situasi tersebut, kerabat keturunan Raja Alam, pendiri sekaligus Sultan pertama Kesultanan Sambaliung, menyerahkan sebuah kain pusaka yang dikenal sebagai “Kalumbun Raja Alam” .

Kain tersebut pada mulanya merupakan selimut tidur yang pernah digunakan oleh Raja Alam saat dipengasingan dan disimpan sebagai benda warisan keluarga kerajaan.

Kain pusaka tersebut kemudian diolah dan dibentuk menjadi busana pengantin tanpa melalui proses penjahitan. Teknik pembentukannya mengandalkan lipatan, jepitan, dan susunan kain yang menyesuaikan bentuk tubuh pemakainya.

Dari peristiwa inilah lahir bentuk dasar busana adat pengantin yang kemudian dikenal sebagai Ampik Salayang.

Secara historis, Ampik Salayang tidak hanya dipahami sebagai pakaian pengantin, melainkan juga sebagai representasi hubungan genealogis dan kesinambungan kekuasaan antara generasi penerus Kesultanan Sambaliung dengan Raja Alam sebagai tokoh pendiri.

Penggunaan Kalumbun Raja Alam sebagai bahan utama busana pengantin mengandung makna simbolik berupa pewarisan nilai, legitimasi tradisi, serta penghormatan terhadap leluhur kesultanan.

Dalam perspektif budaya material, esensi Ampik Salayang terletak pada konsep “busana yang berasal dari selembar kain kurung”. Nilai pentingnya bukan semata-mata pada bentuk visual pakaian, melainkan pada transformasi sebuah kain pusaka menjadi simbol sakral yang digunakan dalam upacara pernikahan.

Oleh karena itu, Ampik Salayang dapat dipandang sebagai manifestasi kearifan lokal masyarakat Sambaliung yang memadukan fungsi estetika, nilai sejarah, dan makna spiritual dalam satu bentuk busana adat pernikahan trah Keraton Sambaliung.

Hingga kini, Ampik Salayang tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Kesultanan Sambaliung dan diimplementasikan dalam kehidupan berbudaya trah keluarga besar keraton Kesultanan Sambaliung ketika melangsungkan upacara sakral pernikahan hingga saat ini.

Keberadaannya tidak hanya merefleksikan tradisi busana pengantin kerajaan, tetapi juga menjadi bukti kesinambungan memori kolektif masyarakat terhadap warisan Raja Alam dan perjalanan sejarah Kesultanan Sambaliung dari masa ke masa.

Penulis: Datu Edy Fachriadi. SE
(DPP Bidang Keanggotaan, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara)

Previous Post

Seno Aji: Sinergi Pengelolaan Pulau Kakaban untuk Tingkatkan Pariwisata dan PAD Kaltim

Next Post

Bekas Lubang Tambang di Berau Jadi Sorotan, ESDM Kaltim Minta Mitigasi Dipercepat

admin

admin

Next Post
Bekas Lubang Tambang di Berau Jadi Sorotan, ESDM Kaltim Minta Mitigasi Dipercepat

Bekas Lubang Tambang di Berau Jadi Sorotan, ESDM Kaltim Minta Mitigasi Dipercepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Korban Tenggelam di Perairan Tanjung Batu Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian

Korban Tenggelam di Perairan Tanjung Batu Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian

by admin
20 Agustus 2026
0

PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Setelah tiga hari dilakukan pencarian, korban tenggelam di perairan Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten...

Berau Dorong Ekowisata Pedalaman, SDM dan Infrastruktur Jadi Kunci

Berau Dorong Ekowisata Pedalaman, SDM dan Infrastruktur Jadi Kunci

by admin
19 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memperkuat arah pengembangan pariwisata dengan tidak hanya mengandalkan destinasi bahari, tetapi juga...

Disbudpar Berau Siapkan Kalender Event, Seni Budaya Kampung Didorong Jadi Atraksi Wisata

Disbudpar Berau Siapkan Kalender Event, Seni Budaya Kampung Didorong Jadi Atraksi Wisata

by admin
19 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat keterkaitan antara kegiatan seni...

Respons Cepat Tangani Karhutla Gurimbang, ERG PT Berau Coal Bersinergi Bersama Tim Gabungan

Respons Cepat Tangani Karhutla Gurimbang, ERG PT Berau Coal Bersinergi Bersama Tim Gabungan

by admin
19 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau kembali menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak....

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In