TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Produk unggulan daerah Cokelat Berau mendapat respons positif dari pemerintah provinsi hingga pusat. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat melaksanakan agenda di Kota Balikpapan beberapa waktu lalu.
Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat branding produk lokal agar semakin dikenal, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita mengatakan apresiasi terhadap Cokelat Berau menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Menurutnya, penguatan citra produk harus berjalan seimbang dengan kesiapan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar apabila permintaan meningkat.
“Memang kemarin Cokelat Berau dapat respons positif dari Pak Gubernur maupun Pak Menteri UMKM. Itu tentunya berdampak positif bagi Cokelat Berau, bisa menjadi penguatan branding cokelat kita baik di tingkat lokal maupun nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga agar perkembangan branding tersebut dapat diikuti dengan peningkatan kemampuan produksi. Sebab, produk yang sudah semakin dikenal membutuhkan dukungan dari sisi ketersediaan dan kualitas produksi.
“Tinggal bagaimana kita bisa menindaklanjuti itu dengan penguatan produksinya tentunya. Akan sangat sayang kalau brandingnya sudah bagus, tapi saat permintaan pasar meningkat tidak bisa dibarengi dengan kapasitas produksi,” jelasnya.
Eva menambahkan, Diskoperindag Berau terus mendorong penguatan sektor hulu agar pelaku usaha mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan. Selain itu, pemerintah daerah juga aktif melakukan pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Kami terus berupaya membina dan mendampingi para pelaku UMKM/IKM kita, baik dari sisi peningkatan kapasitas SDM pelaku maupun produk,” katanya.
Pembinaan yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, peningkatan kualitas kemasan, hingga penguatan manajemen usaha. Menurut Eva, kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis menjadi faktor penting agar produk lokal dapat bersaing.
“Kita juga terus melakukan pendampingan untuk legalitas maupun sertifikasi usaha,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





