TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi situasi geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur penerbangan internasional.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa sebagian wisatawan asing yang sebelumnya telah melakukan pemesanan paket perjalanan ke Berau terpaksa membatalkan kunjungannya akibat terganggunya akses penerbangan melalui negara-negara transit di Timur Tengah.
Menurutnya, banyak wisatawan dari Eropa maupun negara lainnya yang biasanya menuju Indonesia melalui penerbangan transit di Qatar, Uni Emirat Arab, maupun Arab Saudi.
Namun, kata dia, situasi konflik yang memicu penutupan sejumlah jalur penerbangan membuat rencana perjalanan mereka terganggu.
“Sebagian wisatawan yang sudah melakukan pemesanan travel beberapa bulan sebelumnya akhirnya membatalkan perjalanan. Karena banyak penerbangan mereka menuju Indonesia harus transit di negara-negara Timur Tengah yang terdampak konflik,” ujar Gamalis.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persentase kunjungan wisatawan mancanegara ke Berau, terutama menuju destinasi unggulan seperti Kepulauan Maratua, Derawan, Kakaban, dan Sangalaki.
Meski demikian, Gamalis menyebut sektor pariwisata Berau masih menunjukkan geliat positif. Saat ini, wisatawan yang datang didominasi dari kawasan Asia, seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia.
“Kalau sekarang yang datang lebih banyak dari negara-negara Asia, seperti China, Korea Selatan, Jepang, termasuk Malaysia. Wisatawan Eropa masih ada, tetapi jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya,” jelasnya.
Diakuinya, Pemkab Berau terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi sektor pariwisata. Di sisi lain, promosi destinasi wisata juga terus diperkuat untuk menjaga minat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dirinya optimistis kunjungan wisatawan asing akan kembali meningkat ketika kondisi penerbangan internasional kembali normal. Terlebih, Berau memiliki daya tarik wisata bahari kelas dunia yang selama ini menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai negara.
“Potensi wisata kita tetap sangat besar. Mudah-mudahan ketika situasi global membaik dan jalur penerbangan kembali normal, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Berau juga akan kembali meningkat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





